Yayasan Salafiyah Gelar Temu Alumni Nasional

oleh -414 views

Seputarmuria.com, PATI – Yayasan Salafiyah desa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati menggelar rauni akbar serta temu alumni Nasional yang ke-4, bertempat di halaman MA. Salafiyah, Minggu (8/9/2019).

Tak hanya bertujuan mempererat tali silaturrahim antar alumnus, temu alumni nasional ini juga sebagai sarana membangun sinergi positif para alumni. kegitan itu dihadiri oleh ratusan alumni dari berbagai angkatan.

Ketua umum Ikatan Keluarga Alumni Salafiyah (Iklas) Syaiful Bahri Ansori mengatakan bahwa kegiatan ini dikemas agar para alumni dapat menyumbangkan pikiran untuk madrasah. Ia menyebut, kegiatan ini juga sebagai salah satu bentuk wahana untuk menggiatkan para alumni agar lebih mencintai almamaternya.

“Jaringan alumni sekitar lima belas ribuan. Setiap orang yang pernah duduk di bangku Salafiyah itu adalah alumni. Harapan saya untuk para alumnus untuk mengaktualisasi ilmu dan lebih berguna di masyarakat.  Santri itu bukan haya potensial, tetapi perlu dikemas lebih baik lagi,” jelas pria yang juga seorang aggota DPR RI ini.

Syaiful Bahri juga menegaskan bahwa santri yang menjadi tokoh nasional sudah banyak. Ia berharap, para lulusan madrasah Salafiyah mampu bersaing dengan yang lainnya.

“Tokoh-tokoh yang lahir dari kalangan santri juga banyak, seperti Gus Dur, Nurcholish madjid, dan Muhaimin Iskandar. Lulusan sini juga harus bisa demikian,” jelas alumni asal Jember ini.

Sementara itu, K.H Dzikron Abdullah yang merupakan alumni tertua pada reuni akbar itu menceritakan bahwa dahulunya Salafiyah adalah madrasah yang kecil. Akan tetapi sekarang perkembangannya sangat pesat.

“Saya itu angkatan 63 an. Waktu itu madrasah ini masih kecil sekali. Satu kelas itu memakai  sarungan semua. disini full mengaj, kitab kiningnya besar-besar dan hafalan juga banyak. Sekarang ini perkembangannya luar biasa baik. Disini sudah lengkap, dan saya sangat bangga,” jelas kiyai yang juga merupakan pengasuh pesantren Addaenuriyah 2 Semarang ini.

Kiyai Dzikron menyebut, kelebihan yang masih diistimewakan di Salafiyah ialah lebih mengkaji pelajaran Islam. Ia juga berpesan agar para siswa lebih memperdalam agama.

“Kitab kuningnya jangan sampai lupa. Saya sangat berharap santri-santri disini belajar lebih tentang agama,” pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *