Wilayah Sudo Sulang Dilanda Banjir, Bahkan ada Warga yang Tenggelam

oleh -99 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Ratusan warga Sudo Kecamatan Sulang harus diungsikan ke tempat yang lebih aman dari terjangan banjir, Rabu (15/1/2020) siang.

Banjir yang melanda wilayah itu disebabkan meningginya debit air hujan yang turun selama tiga hari tiga malam berturut-turut.

Kepala desa setempat pun akhirnya meminta pertolongan kepada instansi terkait supaya dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Mengingat ratusan warga korban kebanjiran pun harus menyelematkan anak-anaknya yang masih kecil, hewan ternak bahkan barang-barang berharganya.

Tak tanggung-tanggung, dalam proses evakuasi itu, pihak Kepolisian, TNI, BPBD maupun lainnya harus berjibaku membantu warga supaya bisa terselamatkan dari bencana dengan menggunakan berbagai macam peralatan. Baik itu truk, perahu karet dan sejenisnya.

Bahkan ada juga yang harus digendong, dipapah jalannya dan ditandu lantaran ada yang sudah jompo hingga korban tenggelam.

Tak sampai di situ, tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) pun diterjunkan untuk menangani kesehatan warga. Khususnya untuk memasangkan oksigen buat pernafasan bagi yang pingsan usai tenggelam.

Dengan kesigapan para satgas penyelamat dari Kepolisian, TNI, BPBD, Satpol PP dan instansi terkait itulah warga korban kebanjiran dapat dievakuasi dengan baik di tempat yang lebih tinggi dari banjir.

Selain itu, Bupati, Kapolres, Dandim 0720/Rembang yang datang ke posko pengungsian pun tak luput dari sasaran curhat dan keluh kesah ratusan korban itu.

Akan tetapi, segala rentetan kejadian banjir, proses evakuasi korban itu hanya sebuah simulasi penanganan musibah banjir saat “Apel Simulasi Tanggap Bencana Terpadu Kabupaten Rembang” di Embung Banyukuwung, Sudo Kecamatan Sulang, Rabu (16/1/2020) siang.

Selain itu, ratusan warga Sudo Kecamatan Sulang mulai dari anak – anak hingga kakek-kakek itu hanya memerankan sebagai korban banjir saja yang harus diungsikan.

Saat diwawancarai media, Kapolres Rembang AKBP Dolly A. Primanto mengatakan simulasi yang dilakukan mulai dari pertolongan bencana banjir dilakukan seperti bencana sungguhan.

Kegiatan itu dengan melibatkan ratusan masyarakat Desa Sudo Kecamatan Sulang dengan mendirikan posko pengungsian, dapur darurat, sampai menerjunkan kapal karet untuk evakuasi warga yang terjebak banjir.

“Penanggulangan bencana sebuah proses yang dinamis. Kebijakan penanggulangan bencana merupakan prioritas tinggi pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Terutama pemerintah utamanya daerah yang rawan bencana,” bebernya.

Pihaknya pun akan selalu mengedepankan sinergitas dengan instansi lain untuk bisa memberikan pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat yang dilanda bencana.

Dalam kesempatan itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama Forkopimda yang hadir dalam acara tersebut melakukan simulasi mengunjungi posko penanganan ratusan pengungsi.

Bupati mengatakan, simulasi tersebut sebagai bentuk penegasan kesiapan pemerintah secara terpadu dalam hal penanganan bencana. Mengingat, di wilayah Kabupaten Rembang terdapat sembilan gunung yang berpotensi bencana longsor.

“Ini sebagai bentuk kesiap siagaan pemerintah secara terpadu bersama TNI, Polri, dan para relawan. Kami sudah siap segalanya. Tapi semoga tidak terjadi apa-apa di Rembang,” harap Abdul Hafidz.

Saat disinggung mengenai anggaran, Bupati Rembang mengaku, jika peraturan mengenai kebencanaan di Rembang bersifat fleksibel. Jika anggaran untuk kebencanaan kurang, maka dapat diambilkan dari anggaran yang lain. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *