Warga Sambat Soal Keberadaan Dugaan Limbah yang Mengandung Minyak Cemari Lingkungan

oleh

Seputarmuria.com, REMBANG – Warga Desa Jatisari Kecamatan Sluke mengeluhkan gundukan limbah yang datangnya belum diketahui asalnya.

Limbah itu jika dilihat secara sekilas seperti berupa tanah yang menggunung tinggi sekitar 5 meter yang berada di area perbukitan turut Desa Jatisari, Kecamatan Sluke. Tak ayal warga di desa itu pun memprotes keberadaannya. Terlebih limbah itu datangnya banyak warga yang tak tahu menahu dari mana asalnya dan siapa pengirimnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, gundukan itu jika ada musim penghujan tiba atau terkena air, akan mengeluarkan banyak cairan seperti minyak goreng atau berminyak.

Berdasarkan informasi di lokasi, gundukan tanah diduga limbah yang berada tak jauh dari jalan Pantura Rembang – Tuban tersebut terlihat sepi dan tidak ada aktivitas bongkar muat. Bahkan menurut informasi yang ada, barang itu didatangkan dari luar daerah Rembang. Khsusunya luar Jawa. Hanya saja, kepastian itu masih dalam penggalian data yang ada.

Sementara itu, tak jauh dari lokasi gundukan ada bekas kubangan air berwarna hitam dan terdapat cairan. Jika disentuh, rasanya seperti minyak goreng.

Ketika diadakan audiensi di DPRD Rembang pada Rabu (14/10/2020) kemarin bersama warga dan wakil rakyat juga disampaikan jika tanah yang diduga limbah itu memiliki kandungan minyak apabila terkena air.

Dan anehnya lagi,gundukan yang menyerupai tanah yang diduga limbah tersebut sudah ada sekitar tiga sampai empat bulan lalu.

Taswuri salah satu warga Desa Jatisari, Kecamatan Sluke menyampaikan dampak adanya limbah tersebut diklaim mempengaruhi hasil pertanian warga.

Di sisi lain, pihaknya juga menginginkan limbah itu segera dikembalikan ketempat asalnya.

“Saya juga minta ganti rugi karena telah terkena dampak dari adanya limbah itu,” pintanya.

Menanggapi hal tersebut, Gunasih, Anggota DPRD Rembang yang berasal dari dapil Kecamatan Sluke mengatakan jika hal itu dianggap menjadi limbah, sebelum ada kejelasan hasil laboratorium terkait limbah yang dimaksud harus dihentikan.

”Sehingga tidak ada lagi pengiriman di belakang. Ini sepertinya tiga bulan lalu sudah tidak kirim,”tegasnya.

“Yang menjadikan tanda tanya, jika itu dianggap menjadi limbah dalam jumlah besar, kenapa harus di buang di Jawa. Hari ini kami minta detail, riil barang apa itu sebenarnya dan siapa yang mendatangkan ke sini, serta mendatangkan limbah itu untuk apa, kalau mau dibuang siapa yang membuang,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Ketua DPRD Rembang H Bisri Cholil Laqouf menyampaikan pihaknya akan segera menindak lanjuti bersama OPD terkait.

”Sebelumnya kami akan mempelajari, Semoga cepat ketemu solusinya dan permintaan dari warga terkabul,” pungkasnya. (Ed)

Point of Sales Lengkap
Catatan pembayaran Anda berantakan?
Aplikasi kasir Boskasir menyederhanakan proses penjualan usaha Anda dan mengelola transaksi lebih efisien.

All Device All Platform
Spesifikasi apa saja yang dibutuhkan ?
Minimal RAM 4GB, Spesifikasi lainnya bebas. Support semua OS : Windows, Linux, Android, IOS, Mac OS, Dll. Support Semua Device : PC, Laptop, HP, Tab, Dll.

Kami juga menyediakan jasa input data barang, sangat memudahkan owner bisnis. KLIK www.boskasir.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *