Wabup Safin Jawab Isu Terkait Garam Impor

oleh -646 views

Seputarmuria.com, PATI – Dalam acara rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Pati, Rabu (21/8/2019), Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menjawab isu mengenai garam impor yang merugikan petani garam lokal.

Di rapat sebelumnya, isu ini sempat ditanyakan oleh juru bicara Fraksi Partai Gerindra Noor Laila pada rapat paripurna sehari sebelumnya.

Jawaban itu diberikan Saiful Arifin ketika ia membacakan dokumen Jawaban Bupati Pati terhadap Pandangan Umum Fraksi DPRD atas Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Pati 2019.

“Mengenai permasalahan impor garam oleh CV Anugrah Sinar Laut (CV ASL), dapat kami sampaikan bahwa pada 2018, perusahaan tersebut berkesempatan menandatangani Letter Of Intent (LOI) pada Pati Business Forum. Kesempatan itu diberikan atas komitmennya dalam membangun sentra garam di Pati,” ungkap lelaki yang akrab disapa Safin ini.

Namun, lanjut Safin, pada kenyataannya CV ASL mengecewakan petani garam karena mengimpor garam.

Atas hal tersebut, tindakan yang telah ditempuh oleh Pemkab Pati adalah memberikan sanksi pada CV ASL berupa penurunan izin usaha, dari usaha garam 200 ribu ton per tahun menjadi 30 rubu ton per tahun. Sanksi ini sudah dijatuhkan pada 11 Januari 2019.

“Sedangkan terkait impor garam, saat ini telah ditangani oleh Satgas Pangan Polda Jateng dan akan kami evaluasi kembali,” papar Safin membacakan dokumen jawaban bupati.

Sebagaimana diketahui, pada forum Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati, Selasa (20/8/2019), Fraksi Gerindra melalui Noor Laila menyoal gejolak yang terjadi di kalangan
petani garam akibat meningkatnya impor garam. Hal ini, menurutnya, amat disayangkan. Mengingat, Kabupaten Pati merupakan produsen garam nomor dua nasional.

Fraksi Gerindra meminta Pemkab Pati memberi penjelasan terkait impor garam yang dimotori CV ASL (Anugrah Sinar Laut).

“Garam impor sangat mengancam petani lokal. Harga garam turun tajam bahkan tidak laku dijual. Ironisnya investor yang mendatangkan garam impor atas nama CV ASL justru mendapat reward dari Pemkab Pati. Mohon penjelasannya,” ujar Noor Laila menanggapi. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *