Wabup Optimis, PT MBSP Mampu ‘Tancap Gas’

oleh -42 views

Seputarmuria.com, PATI – PT Maju Berdikari Sejahtera Pati (PT MBSP) bersama anak perusahannya, yakni PT Mitra Desa Pati (PT MDP) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan, bertempat di Ruang Pragolo Setda Pati, Senin (29/6/2020).

PT MBSP merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki 159 desa di Kabupaten Pati. Oleh karena itu, perusahaan ini merupakan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA).

PT MBSP memiliki lini usaha utama klinik kesehatan pratama yang mengusung nama Klinik Pratama BUMDes Sehat. Hingga kini, telah ada lima klinik yang mereka dirikan. Selain itu, PT MBSP juga memilki lini usaha co-working space. Tak hanya itu, melalui anak usahanya, yakni PT MDP, yang didirikan dengan bekerja sama dengan PT Mitra BUMDes Nusantara (PT MBN), PT MBSP juga memiliki lini usaha di bidang infrastruktur dan pertanian.

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menyebut dalam laporan pertanggung jawaban perusahaan di tahun pertama ini, hasilnya memang. Sebab 1 tahun berjalan, belum bisa memberikan deviden.

Terlebih, sektor yang dikerjakan dalam bidang kesehatan ini, memang jangka panjang. Selain itu, saat ini sektor tersebut tengah terdampak pandemi covid – 19.

“Secara umum, usaha kita ini punya mimpi yang besar. Meski tidak gampang mewujudkannya, bukan berarti tidak bisa. Untuk itu, mari 159 desa pemilik saham, ayo kita sama-sama memajukan usaha ini,” ajak pria yang akrab disapa Safin ini.

Kepada jajaran direksi, ia mengingatkan agar pengelolaan bisnis tidak hanya di atas kertas, melainkan operasional nyata juga dijalankan dengan baik. Dengan demikian bisa memberikan keuntungan bagi desa-desa yang telah menanamkan sahamnya.

Sebab bagaimanapun, modal usaha perusahaan tersebut ialah uang desa, uang rakyat. Sama seperti BUMN dan BUMD, yang memiliki tujuan untuk kepentingan masyarakat.

Safin mendorong direksi perusahaan untuk secepatnya menaikkan kapitasi perusahaan. Meski disebutkan bahwa di klinik swasta untuk mencapai BEP butuh waktu setidaknya dua tahun, ia berharap, PT MBSP bisa bekerja lebih cepat.

“Setidaknya, jangan sampai minus. Jangan terlalu lama mencapai BEP. Jangan sampai napas perusahaan habis dulu,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT MBSP Reza Adiswasono menuturkan, perusahaan yang ia pimpin telah membangun lima klinik pratama. Seluruhnya telah terkoneksi dengan BPJS. Klinik tersebut berada di Kecamatan Trangkil, Pati, Tlogowungu, Wedarijaksa, dan Margoyoso.

Hingga akhir 2019, sudah ada sekira 1.900 pasien BPJS terdaftar. Sedangkan Mei 2020 lalu tercatat sudah 4.000 lebih pasien BPJS terdaftar di Klinik BUMDes sehat. Artinya, sudah ada tren kenaikan kurva kapitasi.

“Untuk BEP, kurang lebih ada 8 ribu sampai 10 ribu pasien. Target tahun ini bisa tercapai. Memang sejak ada pandemi corona ini, sampai Juni ini, kami belum bisa lakukan sosialisasi masif”, pungkasnya.

Ia berharap, semoga Juli-Agustus kedepan pihaknya mampu meningkatkan lagi, sehingga klinik yang ada bisa mencapai kapitasi sesuai target. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *