Usai Pemilu, Polres Rembang Kumpulkan Orang Partai dan Toga Ada Apa?

oleh -490 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Pihak Polres Rembang mengumpulkan para elit partai politik dan tokoh agama (Toga) di Pendapa Museum Kartini, Jumat (17/5) sore.

Dari pantauan di acara, tamu undangan yang hadir yakni petinggi partai Demokrat, Hanura, PKB, PKS dan PPP. Sedangkan sisanya yang ikut berkompetisi di pemilu tahun 2019 tak bisa hadir. 

Selain itu, tokoh agama yang turut menghadiri yakni Ketua MUI Rembang, FKUB dan Ta’mir Masjid yang ada di wilayah kota garam ini.

Tak hanya itu saja, acara yang dikemas dengan tema “Konsolidasi Para Tokoh Kabupetan Rembang Pasca Pilpres Tahun 2019” ini juga turut dihadiri oleh Bupati setempat Abdul Hafidz dan Dandik 0720/Rembang Letkol Arh Andi Budi Sulistianto serta Ketua KPU dan Bawaslu Kabupaten.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso mengungkapkan jika pertemuan ini akan bisa membuat dekat kembali antara tokoh politik, agama dan para instansi yang ada seusai pemilu.

Di mana, saat pemilu beberapa waktu lalu ia tak memungkiri jika saat itu sebagai waktu berkompetisi. Sehingga di bulan Ramadhan ini bisa saling akrab layaknya di hari hari biasa.

“Al Hamdulilah kita bisa bekrumpul bersama dalam rangka konsolidadi sambil menunggu buka puasa berama,”kata Pungky.

Sebelumnya, ia juga sempat memberikan laporan kepada Bupati bahwa pihaknya akan mengumpulkan beberapa tokoh guna menetralisir kondisi seusai pemilu.

“Saya melaporkan kepada bupati bahwa bebearpa waktu kemarin kita ingin bertemu lagi berkaitan dengan perangkat perangkat pemilu baik itu KPU, Bawaslu, dan para Parpol,”ungkap dia menceritakan.

Menurutnya, sebelum bulan puasa memang para elit politik dari partai saling bersaing demi pemilu tahun 2019. Sehingga saat ini ia merasa perlu menemukan untuk bisa sama sama meredam suasana.

“Sebab saat kemarin jika bertemu masing kondisi bersaing. Sehingga saya ingin sekali mempertemukannya dan saya menginisiasi ini untuk buka bersama di bulan suci ini,”beber dia. 

Di sisi lain, ia juga menceritakan sekelumit kondisi usai pemilu di kota lain. Khsusunya Jakarta. Oleh sebab itu, ia juga membandingkan di wilayah Rembang yang dinilai cukup damai dan aman.

“Memang terjadi gejolak pasca pemilu di kota-kota ,di Jakarta terutama hal tersebut menandakan demokrasi Inodesia hidup, akgif, dan dinamis. Sehingga dengan itu akan mempersempit ruang gerak ataupun celah bagi pelaksana demokrasi yang tidak transparan. Dan semua harus transparan dan terbuka Al hamdulilah di Rembang mulai TPS, PPK, Kabupaten hingga hasilnya diikirimkan ke Provinsi, Saya, Dandim , Bupati ikut mengamati dan di situ dilakukan dengan proses yang baik dan aman,”paparnya.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan bahwa kegiatan kumpul bersama ini bisa membuat sejuk wilayah Rembang.

“Al Hamdulillah bsia kumpul bersama dalam acara yang bisa menyejukan situasi di Rembang. Maka saya atas nama pemerintah mengapresiasi kepada Polri dan TNI,”kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *