Usai Nonton “Tong-tonglek” 3 Pria Ingusan ini “Garap” Gadis di Bawah Umur di Lapangan Tengah Malam

oleh -778 views

SEPUTARMURIA.com, REMBANG – Jajaran Sat Reskrim Polres Rembang berhasil membekuk tiga orang pria ingusan. Pasalnya ketiga pria tersebut diduga menjadi pelaku pencabulan seorang gadis di bawah umur.

Adapun mereka yakni VA (23), AP (18) dan RP (17). Ketiganya merupakan warga Desa Kerep Kecamatan Sulang, Rembang. Selain itu, AP dan RP hingga saat ini masih berstatus pelajar. 

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito menjelaskan, kejadian tindakan pencabulan itu dilakukan pada tanggal 2 Juni 2019 dini hari.

Di mana saat kejadian, mereka tengah usai menonton, Tong-tong Klek atau lomba tradisional rutinan yang digelar saat bulan puasa.

Ia menceritakan, sebelum kejadian, korban berpamitan keluar rumah bersama dengan salah seorang rekannya untuk menonton Festival Tong-tong Klek. 

Setelah itu, korban membonceng salah satu rekannya untuk menuju area pelabuhan Tasikagung Rembang. Tak hanya itu, lalu setibanya di lokasi festival, sudah banyak rekan dari temannya korban tersebut. Hanya saja, korban tak tahu menahu siapa saja rekan dari temannya itu.

“Korban tidak kenal dengan rekan-rekan dari temannya itu.  Sekira pukul 24.00 WIB, salah seorang pelaku, RP datang, tidak lama kemudian memaksa korban untuk minum minuman keras. Lalu korban merasakan tenggorokannya panas, kepala pusing hingga mual,” kata Bambang dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (21/6/19).

Setelah minum minuman setan itu,kondisi korban dalam kedaan setengah sadar, korban kemudian diboncengkan oleh pelaku RP untuk diajak ke taman kota Desa Mondoteko bertemu dengan teman-temannya.

Lalu, pada pukul 01.30 WIB korban diajak berpindah lokasi menuju lapangan Desa Turusgede bersama dengan dua orang pelaku lainnya, yakni VA dan AP. 

Diduga, di lapangan tersebut korban dicabuli oleh ketiga pelaku. 

Kini, ketiga orang pelaku telah diamankan di Mapolres Rembang guna penyidikan lebih lanjut. Termasuk sejumlah barang bukti juga telah diamankan. Ketiganya dijerat pasal 76 e Jo Pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 atas perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *