Usai Halal Bihalal, Bupati Resmikan Kantor PTSP Kemenag Pati

oleh -358 views

Seputarmuria.com, PATI – Bupati Pati Haryanto dalam kesempatannya, menghadiri acara halal bihalal yang bertempat di Kantor Kemenag Pati, Selasa (18/6/2019). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PCNU Pati, Ketua DPC Muhammadiyah, Dharma Wanita dan jajarannya.

Kepala Kemenag Pati Imron mengatakan pihaknya selalu berupaya melaksanakan kegiatan semacam ini pada jajaran lingkungan Kementrian Agama sebagai salah satu upaya, salah satu ikhtiar guna memanfaatkan momen hari raya idul fitri untuk mengembalikan makna kesucian yang bisa berdampak pada aktualisasi nilai – nilai kinerja.

“Diharapkan pasca bulan syawal, akan selalu komitmen dan selalu konsisten untuk meningkatkan kualitas kinerja ASN di lingkup Kemenag”, ujarnya.

Tema yang diusung dalam acara halal bihalal ini, lanjut Imron, adalah Moderasi Berbangsa Menuju Kedamaian. Sadar atau tidak sadar, paham atau tidak paham bahwa Kabupaten Pati ini menjadi bagian dari NKRI.

“Yang tentu masyarakatnya, budayanya, tradisinya, agamanya, kebiasannya ialah bercorak atau beragam. Diharapkan dengan moderasi ini, masyarakat dapat saling menghormati, saling menghargai dan saling memahami”, pungkasnya.

Usai pelaksanaan halal bihalal, dilanjutkan dengan peresmian kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang mana bertujuan, agar dapat lebih efektif maupun efisien dalam memberikan sejumlah pelayanan.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto ketika sambutan menyampaikan bahwa tradisi halal bihalal merupakan tradisi yang istimewa. Sebab, halal bihalal ini tidak hanya dilaksanakan oleh lembaga / instansi tertentu, maupun organisasi besar saja.

“Jadi halal bihalal ini dilaksanakan oleh berbagai kalangan. Mulai dari unsur yang paling tinggi sampai dengan unsur terkecil yakni di desa – desa. Selain itu, antara muslim dan non muslim ini bersatu adalah suatu rahmat”, ujarnya.

Orang nomer 1 di Pati ini menambahkan bahwa ia sangat prihatin apabila saat ini, khususnya yang marak terjadi di media sosial, terjadi konflik yang disebabkan karena beda pilihan. Yang paling parahnya adalah, menggunakan isu – isu agama.

“Apalagi kita bermasyarakat itu kan harus bersaudara hidup guyub, rukun, aman, damai di Kabupaten Pati. Dan salah satu bentuknya adalah, kita saat bulan ramadhan kemarin menyelenggarakan safari ramadhan. Tidak membeda – bedakan mushola yang kecil maupun besar”, tegasnya.

Pihaknya berharap, tradisi positif semacam ini, dapat terus dilaksanakan dan dilestarikan. Sebab, tradisi halal bihalal hanya diselenggarakan dengan penuh suasana suka cita di Indonesia. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *