Tumbuhnya Lembaga Perbankan Syariah di Pati, Bupati Yakinkan Tak Perlu Khawatir dengan Iklim Persaingan

oleh -27 views

Seputarmuria.com, PATI – Berkembangnya lembaga-lembaga perbankan di Kabupaten Pati, baik perbankan konvensional maupun syariah, menunjukkan bahwa tingkat perekonomian masyarakat cukup bagus. Ini seiring dengan munculnya kantor cabang, kantor cabang pembantu, maupun kantor kas dari suatu lembaga perbankan tidak lain merupakan respons atas kebutuhan pasar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pati Haryanto ketika menghadiri acara grand launching BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pati, Selasa (14/1/2020).

“Oleh sebab itu, selaku kepala daerah, saya menyambut baik kehadiran KCP BNI Syariah di Pati. Dengan berdirinya cabang pembantu di sini, artinya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Haryanto mengatakan, dengan hadirnya KCP BNI Syariah di Pati, masyarakat Pati tak perlu lari ke Kudus. Selain tempatnya yang bagus juga strategis karena berada perkotaan.

Tak hanya itu, Haryanto juga mendukung keberadaan bank syariah lainnya di Kabupaten Pati. Menurutnya, dengan hadirnya lembaga perbankan/keuangan yang dikelola secara syariah, menjadi tren positif tersendiri di tengah masyarakat.

Masyarakat, khususnya Muslim, lebih “aware” terhadap ajaran Islam dalam hal ini. Karena itu, wajar jika lembaga-lembaga keuangan berbasis syariah terus bermunculan, termasuk koperasi-koperasi syariah.

Dengan berkembangnya lembaga perbankan berbasis syariah yang ada, Haryanto berpesan agar masing-masing tidak perlu khawatir dengan iklim persaingan yang ada.

“Banyak perbankan, sepanjang dikelola dengan baik, memberi pelayanan terbaik, pasti tidak akan ditinggalkan nasabah. Kompetisi wajar, tapi kompetisi yang sehat. Tidak usah khawatir dengan banyaknya pesaing,” ujar dia.

Pada manajemen perbankan, ia pun berpesan untuk dapat mengelola lembaganya secara disiplin, hati-hati, dan penuh konsentrasi.

“Hal ini dilakukan, sebab manajemen yang buruk dapat menjadikan lembaga keuangan, sebesar apa pun, tumbang dan pada akhirnya menjadikan masyarakat sebagai korban.

Ia pun menyinggung adanya pemberitaan-pemberitaan mengenai beberapa lembaga keuangan besar, bahkan ada di antaranya yang merupakan BUMN, yang mengalami persolaan cukup serius akibat manajemen yang buruk.

“Mendengar berita mengenai jatuhnya lembaga keuangan tertentu, kadang kita khawatir mau investasi di mana. Banyak juga koperasi bermasalah yang sudah memakan korban. Padahal masyarakat ingin yang aman,” ujar Haryanto.

Haryanto meyakini, apabila kedepan dikelola dengan baik, lembaga keuangan pasti akan dipercaya masyarakat dan terus berkembang. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *