Tradisi Meron, Animo Masyarakat Tak Surut Namun Semakin Meningkat

oleh -216 views

Seputarmuria.com, PATI – Bupati Pati Haryanto membuka kegiatan Karnaval Gebyar Sultan Agung 2019 di halaman Yayasan Pengembangan Pendidikan Islam (YAPPI) Sultan Agung, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Senin (11/11/2019).

Tak kurang dari 1.500 peserta berpartisipasi dalam karnaval yang digelar YAPPI Sukolilo. Juga dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. sekaligus memeriahkan Tradisi Meron.

Tradisi Meron merupakan ritual adat masyarakat Sukolilo yang digelar juga dalam rangka memperingati Maulid Nabi.

Ia menyebut, karnaval dan tradisi Meron ini merupakan agenda tahunan yang senantiasa menarik perhatian masyarakat.

“Meskipun setiap tahun dilaksanakan, animo masyarakat tidak semakin berkurang, justru semakin meningkat,” ucapnya.

Menurut Bupati, event ini sebagai pengingat masyarakat terhadap perjuangan Nabi Muhammad dalam menegakkan agama. Selain itu, peringatan maulid nabi juga merupakan bentuk penghormatan umat Islam kepada Rasulullah.

“Di seluruh penjuru dunia, umat Muslim mengagungkan nama Rasulullah. Karena kita tahu, dulu di zaman Jahiliyah, orang beriman kesulitan dalam beribadah dan menjalankan keimanan pada Allah. Setelah kehadiran Rasulullah, sampai saat ini, kita mendapat pencerahan. Keimanan dan ketakwaan kita semakin meningkat,” ujarnya.

Haryanto berharap, pelaksanaan karnaval dan tradisi Meron tak hanya sekadar tontonan belaka. Namun dapat menjadi tuntunan dalam rangka menggugah masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, melestarikan budaya, dan meningkatkan ketakwaan.

Menambahkan penjelasan Bupati, Ketua YAPPI Sukolilo Haris Rahmat mengatakan, pihaknya senantiasa turut memeriahkan tradisi meron karena menganggap di dalam pelaksanaan tradisi ini terdapat nilai-nilai positif yang dapat mengembangkan kualitas kehidupan masyarakat.

Menurutnya, tradisi ini sesuai dengan kaidah fiqhiyah yang dimiliki warga NUdalam menyikapi perubahan sosial yang ada. Yakni tetap mempertahankan budaya lama yang baik, namun juga mengapresiasi dan mengambil budaya baru yang lebih baik.

“Jadi, kita melihat nilai-nilai yang terkandung di dalam kebudayaan,” jelasnya.

Haris menyebut, tak hanya 1.500 orang yang terdiri atas siswa-siswi, tenaga pendidik, dan karyawan YAPPI, Karnaval Gebyar Sultan Agung 2019 ini juga dimeriahkan Marching Band MA Salafiyah Kajen dan Paguyuban Tosan Aji Kanigoro Pati. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *