TKI Asal Pati Meninggal di Korea, Begini Penuturan Sahabat Korban

oleh -1,573 views

Seputarmuria.com, PATI – Jagat media sosial diterpa kabar duka yang berasal dari Korea Selatan. Pasalnya, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Pati Jawa Tengah, mengalami kecelakaan kerja hingga menyebabkan meninggal dunia.

Rudy, pria asal Dusun Kemiri, Desa Kertomulyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati ini meninggal pada hari Jumat (23/8/2019).

Hal ini diketahui dari akun media sosial Subroto yang merupakan teman akrab korban. Disitu ia menulis,”innalillahi wa’inailaihi roji’un. Ora nyongko bakal koyok ngene bro. Padahal bulan ngarep wes arep balek Indo lho kok malah koyok ngene. Mugo – mugo kuwe tenang ning kono yo bro, Amin”.

“Innalillahi wa’inailahi roji’un. Tidak menyangka bakal seperti ini bro. Padahal bulan depan sudah mau kembali ke Indonesia, lha kok malah seperti ini. Semoga kamu tenang disana ya bro, Amin”, ujarnya di beranda Facebook.

Subroto menceritakan bahwa ia kenal dengan korban sejak dibangku SMK, yaitu SMK BTB Juwana hingga korban meninggal. Menurutnya, Rudy merupakan anak yang pekerja keras dan sangat baik hati.

“Terakhir ketemu yaitu ketika di everland, liburan musim panas. Hanya berdua saja. Hingga saat ini, keinginan kami yang belum terwujud ialah sukses bersama”, ceritanya saat dihubungi, Sabtu (24/8/2019).

Meskipun ia dan Rudy sama – sama menjadi TKI di Korea Selatan, namun mereka bekerja di tempat yang berbeda. Rudi di Cilso, Sedangkan Subroto di Cirwon. Selain itu, ia juga menceritakan bahwa awal menjadi TKI, Rudi sempat belajar dan mendapat pelatihan di Pati melalui pemerintah. Serta ditambah belajar bahaaa Korea di LPK.

“Terkait hak – hak nya selama menjadi TKI, kalau di Korea, semua aman, bisa diurus. Terlebih dia juga mau pulang kan ke Indonesia. Dia kerja di pabrik press, jadi memang resikonya besar. Dan saya dapet kabarnya dia sudah meninggal dirumah sakit Masan”, imbuhnya.

Subroto pun mengungkap kronologi kejadian tersebut. Di pabrik tersebur, hanya ada 2 orang Indonesia, yaitu almarhum dan teman nya satu kamar.

“Ia cerita bahwa almarhum memasang barang yang mau di pres (di lubangi) namun tidak pas. Dan pin untuk melubangi meleset sehingga patah. Lalu mengenai dada bagian atas/di bawah tulang rusuk almarhum hingga memar”, ungkapnya.

Setelah kejadian, lanjutnya, almarhum masih sempat berjalan ke toilet. Usai dari toilet, almarhum tiba – tiba tidak sadarkan diri dan terjatuh di depan gedung pabrik. Indikasinya ialah, almarhum meninggal karena terjadi penyumbatan pembuluh darah ke jantung akibat luka memar.

Subroto juga mengatakan, terkait kecelakaan kerja, bukan pertama kali ini saja. Sebab Rudi pernah bercerita padanya ada yang meninggal orang asing juga. Bahkan, ada temannya orang Indonesia juga yang tangannya kecelakaan saat kerja lalu minta pindah tempat.

“Dia memang kerja di bagian press, jadi resikonya memang besar. Untuk keluarga yang ada di Pati, mohon bersabar, sebab masih dilakukan otopsi pada Rudi hingga hari Senin”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *