Tiga Santri Berhasil Cetak Prestasi

oleh -303 views

Seputarmuria.com, PATI – Dalam Kejuaraan Nasional Pencak Silat Tugu Muda Championship 2 yang di ikuti oleh 1.800 peserta dari beberapa perguruan silat di seluruh Indonesia, sejumlah atlet asal Kabupaten Pati turut serta dalam ajang tersebut.

Tak hanya ikut dalam kejuaraan saja, bahkan tiga santri asal Pati telah mengukir prestasi dalam kejuaraan yang diselenggarakan pada  14-15 September 2019 di GOR Pandanaran kabupaten Semarang kemarin.
 
Adapun para santri tersebut merupakan siswa MA Salafiyah Kajen yakni dalam diri Sailin Nichlah (15) yang meraih medali Perak. Selain itu ada nam Miftakhullah Dzikru Mukhlisin (15) yang meraih mendali Emas, dan  Achmad Za’imul Wafa Alfany (17) yang telah meraih mendali perak.
 
Waka Kesiswaan MA Salafiyah Kajen, Ulil Albab mengungkapkan rasa syukur serta turut bangga atas raihan prestasi para siswanya itu. Terlebih, hal ini memang sebagai salah satu perhatian pihak madrasah untuk terus meningkatkan kualitas.

“Kualitas yang dimaksud ialah, yang tidak hanya terfokus pada bidang akademik (umum maupun kitab) saja, tapi juga di bidang peningkatan kualitas minat dan bakat para siswa”, ujarnya.
 
Selain itu, ia menyebut bahwa pembinaan dalam minat bakat tidak hanya dibidang silat, tetapi beberapa kegiatan dibidang olahraga, seni, kepenulisan, ketrampilam bahasa, olimoiade dan kegiatan lainnya yang di bina dalam kegiatan ekstrakulikuler pilihan.

“Alhamdulillah putra-putri kami dapat mengharumkan nama sekolah di kejuaraan tersebut”, ucapnya.
 
Ulil Albab juga menegaskan, jika pihak madrasah akan terus mencetak generasi yang unggul dalam dunia persilatan. Agar, mampu melangkah pada kejuaraan yang lebih tinggi.
 
“Disini ada ekstra kurikuler silat pagar nusa. Tentunya kami akan memaksimalkan ekskul tersebut. Agar dapat membawa nama baik madrasah dan juga kota Pati. Tak hanya itu, kami akan mencetak karakter anak lewat seni bela diri, karena lewat bela diri melatih kedisiplinan dan tanggungjawab,” imbuhnya.

Menurut Ulil, pencak silat diyakini sebagai ilmu yang mampu mendidik pemuda secara menyeluruh dan utuh atau holistik sehingga menjadi generasi muda yang tangguh, trengginas dan berbudi pekerti luhur.

“Berdasarkan hal-hal tersebut, kami menilai pencak silat itu merupakan sebuah ilmu yang sesuai untuk pendidikan budaya dan karakter. Pencak silat dapat menjadi bekal dalam membangun karakter bangsa,” tegasnya.
 
Terpenting, pencak silat di Salafiyah Kajen masuk dalam ekstrakurikuler yang mendapatkan perhatian tersendiri bagi para siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah anggotanya semakin bertambah.

“Tentunya ini menjadi kegiatan positif bagi pelajar yang ingin mengembangkan iri dalam dunia olahraga, khususnya bidang bela diri. Antusias siswa cukup membanggakan dan sekarang sudah terbukti mereka mampu mendapat prestasi. Semoga di kejuaraan lain, mereka mampu mengukir prestasi. Bukan cuma untuk Madrasah, tetapi juga untuk kota Pati,” tandasnya (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *