Terkait Sampah, Jangan Hanya Mengandalkan Pasukan Kuning

oleh -423 views

Seputarmuria.com, PATI – Dalam kesempatannya, Bupati Pati Haryanto hari ini pimpin Gerakan Pungut Sampah. Kegiatan yang dihadiri oleh pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng ini, memulai membersihkan sampah yang memenuhi jalan, sungai, dan pintu air di Jalan Ki Ageng Selo Desa Blaru Kecamatan Pati.

Nampak hadir pula di gerakan ini, Sekda, Kajari, Kapolres, perwakilan dari Kodim, para kepala dinas, asisten, kepala OPD, TNI, Polri, Pramuka, Perangkat Desa Blaru, warga setempat, serta Satpol PP Kabupaten Pati.

“Tentu kita sambut baik acara ini, karena sampah menjadi persoalan kita bersama. Sering kali masyarakat apatis, hanya cari mudahnya saja saat membuang sampah. Ketika dekat sungai, membuang sampah di sungai. Karena masyarakat menganggap sungai adalah tempat yang mudah untuk membuang sampah”, terang Haryanto.

Lanjut Bupati, padahal ketika kebiasaan itu terus dilakukan tentunya sampah makin menumpuk pada saluran irigasi hingga berdampak buruk pada masyarakat sebab akan terjangkit penyakit.

“Kita sering adakan program seperti ini, kalau ini kan hanya kegiatan seremonial. Terpenting adalah implementasi perilaku masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya diterapkan di seluruh desa”, terang Bupati.

Pemkab Pati, sebenarnya sudah memiliki Perda terkait sampah. Tinggal pelaksanaannya saja yang perlu dilakukan lebih maksimal.

Bupati mengungkapkan, ada sejumlah desa yang sudah menerapkan buang sampah pada tempatnya melalui penyusunan Peraturan Desa (Perdes).

“Dan itu sudah terlaksana. Bahkan ada Kepala Desa yang menerapkan Perdes sampah dengan membuat petugas kebersihan yang dibiayai dari Dana Desa. Ini tentu boleh dilakukan, seperti untuk pembelian gerobak sampah dan pembuatan tempat sampah,” jelas bupati.

Menurut Haryanto, persoalan sampah ketika tidak segera ditangani akan menjadi persoalan dimasing-masing wilayah dan menjadi sumber penyakit.

“apabila hanya mengandalkan pasukan kuning tentunya tidak akan maksimal”, ujarnya.

“Memang untuk di perkotaan tidak menjadi masalah. Tetapi untuk di wilayah pedesaan dan di tepi jalan masih dijumpai sampah berserakan karena banyak sampah yang dibuang tidak pada tempatnya,”imbuhnya.

Oleh karena itu, prakarsa acara seperti ini janganlah hanya seremonial semata.

“Desa Cebolek bisa kita contoh, yang mana saat aturan buang sampah sudah diterapkan, warga yang membuang sampah sembarangan mendapat denda dan akhirnya masyarakat di sana sudah tertib,” tuturnya.

Sementara itu, Ammy Rita Manalu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya, Beracun, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng menjelaskan bahwa Gerakan Pungut Sampah ini dilakukan di seluruh Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu bentuk kampanye lingkungan.

“untuk menggugah kepedulian seluruh lapisan dan kalangan masyarakat dalam pengelolaan sampah”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *