Terkait Kasus Korban Penganiayaan Seorang Anak Hingga Luka Bakar, Orang No.1 Di Pati Angkat Bicara

oleh -57 views

Seputarmuria.com, PATI – Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati Etik Tri Hartanti menanggapi atas beredarnya berita terkait seorang anak yang mengalami luka bakar karena dianiaya oleh temannya.

“Dua teman bermain Moh. Khoirul Muhaimin (9), warga Desa Karangrejo Kecamatan Pucakwangi yang mengalami insiden terbakar ketika bermain mercon bumbung, sebaiknya tidak disebut sebagai “pelaku”, ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (13/6/2019).

“Kemarin, kan, viralnya Khoirul disiram bensin dan spirtus oleh teman bermainnya. Namun, sampai saat ini kita belum tahu pasti kejadiannya. Jangan sampai jadi masalah di kemudian hari akibat kita tergesa menyebut kedua teman Khoirul sebagai pelaku. Saat ini mereka adalah saksi,” imbuhnya.

Menurut Etik, psikis kedua teman Khoirul akan terganggu. Apalagi jika ternyata mereka bukan pelaku dan kejadian yang menimpa Khoirul adalah murni kecelakaan.

“Kasus ini berkaitan dengan anak. Anak harus dilindungi. Takutnya dia dikatakan pelaku, padahal tidak. Kita harus melindungi baik saksi maupun korban,” ujarnya.

Rabu (12/6/2019), tim dari Dinsos Pati telah mengunjungi kediaman Khoirul untuk mencari tahu kronologi kejadian sesungguhnya dan menyerahkan bantuan tali asih.

Namun, Dinsos belum bertemu dengan kedua teman Khoirul, sebab mereka tengah berada di Semarang untuk menjenguk Khoirul.

“Kebetulan, ketika kejadian tidak ada saksi lain. Hanya ada Khoirul dan dua temannya yang tengah bermain mercon bumbung bersama,” tambahnya.

Etik menyampaikan, pihak desa telah melakukan mediasi untuk menyelesaikan kasus ini. Dalam mediasi tersebut, keluarga Khoirul memutuskan untuk tidak membawa kasus ini ke ranah hukum. Namun demikian, karena kasus ini kadung viral, hari ini pihak Polres Pati berkunjung ke lokasi kejadian untuk mencari informasi.

Rencananya, Jumat (14/6/2019), Dinsos Pati akan mendampingi PPT Pemprov Jawa Tengah untuk melakukan home visit di kediaman keluarga Khoirul.

“Kami memang mengajukan permohonan bantuan sosial ke PPT Pemprov Jateng. Adapun keputusan tindak lanjutnya baru akan diambil besok setelah pelaksanaan home visit. Besok Dinsos Pati juga akan menyerahkan bantuan sembako pada keluarga Khoirul,” terangnya.

Etik menjelaskan, selain menyerahkan bantuan tali asih dan mengajukan permohonan bansos ke PPT Pemprov Jateng, Dinsos Pati dalam hal ini telah melakukan sejumlah langkah.

“Yaitu memberi pendampingan pada korban dan saksi, mengupayakan agar korban dapat tercover jaminan kesehatan, dan mendorong partisipasi komunitas dari lembaga zakat di Pati,” paparnya.

Orang Nomer 1 di Pati, Bupati Pati Haryanto angkat bicara terkait hal tersebut. Pihaknya berharap agar fokus perhatian ditujukan pada pencarian solusi atas biaya pengobatan Khoirul. Ia ingin masyarakat tidak membesar-besarkan kasus yang menurutnya tidak mengandung unsur kesengajaan ini.

“Kami sudah berkomunikasi dengan kepala desa setempat. Kades Karangrejo menyatakan tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden itu”, jelasnya.

Berdasarkan informasi yang ia terima, dua orang yang selama ini dikatakan sebagai pelaku pembakaran Khoirul juga sebagai teman baik Khoirul. Keduanya sering bermain bersama. Saat peristiwa nahas itu terjadi, mereka juga tengah bermain mercon bumbung bersama.

“yang penting, kita sekarang tak usah saling menyalahkan apalagi membesar-besarkan masalah. Kita harus segera mencari solusi,” tegasnya.

Haryanto menegaskan, Pemkab akan segera memberi bantuan untuk pengobatan korban setelah mengetahui peristiwa ini. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *