Terapkan Smart City Perlu Belajar Dari Daerah Lain

oleh -796 views

Seputarmuria.com, PATI – Keterlibatan Kabupaten Pati dalam program 100 Kabupaten/Kota Smartcity di Indonesia bukan sekadar untuk “gagah-gagahan” atau membangun citra “kota dengan banyak aplikasi digital”.

Lebih jauh dari itu, tujuan keterlibatan Pati dalam program Smartcity ialah mengimplementasikan aplikasi-aplikasi digital yang ada untuk mewujudkan pelayanan yang “smart” bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin ketika memberi sambutan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Dewan Smartcity dan Launching Aplikasi Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE) di Ruang Pragola Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Selasa (21/5/2019).

“Tentunya implementasi tersebut dimaksudkan untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan publik. Intinya adalah pelayanan yang baik dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Safin, panggilan akrabnya.

Smartcity, lanjut Safin, juga dapat memberi gambaran mengenai suatu kota/kabupaten agar daya saingnya diketahui daerah lain.

“Jadi kalau dulu Pati selalu disebut kota pensiun, sekarang harus di-rebranding. Satu di antaranya dengan program Smartcity ini,” tuturnya.

Safin menegaskan, Smartcity merupakan bagian dari prakarsa Kabupaten Pati dalam mengikuti dinamika perkembangan zaman.

“Saat ini industri selalu berubah, sedikit lagi 5.0. Kita harus ikuti terus,” tambahnya.

Menurut Safin, standar kemajuan suatu daerah senantiasa berubah pada setiap zaman. Kini, standar kemajuan yang berlaku ialah seberapa jauh penerapan aplikasi digital-daring untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Contoh kecil, kalau dulu mungkin sebuah kota belum dikatakan maju apabila belum ada Restoran Nasi Padang Sederhana. Adapun sekarang, ketika berkunjung ke sebuah kota, yang dicari orang ialah ojek onlinenya. Kalau sudah ada ojek online, kota tersebut dianggap sudah mengikuti perkembangan zaman,” papar Safin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *