Tekuni Seni Kaligrafi Hasilkan Banyak Prestasi

oleh -744 views

Seputarmuria.com, PATI – Seni Kaligrafi merupakan salah satu seni yang memiliki dimensi ibadah tertentu. Bagi Anifatuz Zahroh (21), yang saat ini menekuni kaligrafi/khot, bukan hanya berarti menuangkan keterampilan dalam bidang seni saja.

“Sebagai seorang muslimah, menulis kaligrafi bisa membantu saya mempelajari Islam secara lebih dalam,” ujar gadis yang akrab disapa Ain ini, Kamis (15/8/2019).

Ain menyebut, Nabi Muhammad pernah bersabda, “Ilmu adalah buruan dan tulisan merupakan tali untuk mengikat buruan tersebut. Maka, ikatlah ilmu tersebut dengan tulisan.”

“Dengan kaligrafi saya jadi terbiasa menulis ayat-ayat Alquran, hadis nabi, hingga perkataan para shahabat. Saya tulis dengan kaidah khot/penulisan yang sebenarnya. Hal ini sangat berpengaruh bagi saya dan para pembaca kaligrafi yang saya tulis,” papar dara asal Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati ini.

Bagi Ain, menekuni kaligrafi juga in syaa Allah mendatangkan pahala. Mengenai hal ini, ia mengutip perkataan Ustaz Didin Sirojuddin AR, seorang ahli kaligrafi. Mengutip sang ustaz, Zahro mengatakan, jangankan ayat-ayat Alquran berbaris-baris, menulis titiknya saja sudah berpahala. Terutama kalau ditulis dengan kaligrafi yang indah.

Ain mengaku, awal mula ia tertarik pada dunia kaligrafi ialah ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Saat itu ada seleksi untuk Lomba Mapsi. Ustadz pengajar Khot menuliskan kalimat “Laa ilaaha illa Allah Muhammadur rasuulullah” dengan khot tsuluts yang dituliskan langsung menggunakan tangan.

Nah, semenjak itu saya tertarik dan bersikeras untuk berlatih menulis kaligrafi dengan qo’idah penulisan yang baik dan benar,” jelas mahasiswi jurusan Matematika Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Kini, puluhan penghargaan dalam bidang kaligrafi telah berhasil diraih Ain. Yang terbaru, pada awal Agustus tahun ini, Ain berhasil meraih juara pertama dalam Musabaqoh Khaththil Qur’an golongan Dekorasi Putri pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional XVI Tahun 2019 di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Beberapa penghargaan yang pernah ia raih sebelumnya, antara lain Juara 1 Khat Dekorasi Mahasiswa Tingkat Nasional di UNY (2019), Juara 1 Khat Dekorasi se-Jateng dan DIY di Universitas Jenderal Soedirman (2018), dan Juara 1 Khat Dekorasi MTQ DIY yang diselenggarakan Pemprov DIY (2018).

Dengan segudang prestasi yang diraihnya, Ain belum berpuas diri. Ia ingin terus mengembangkan diri dengan mengikuti perlombaan demi perlombaan kaligrafi, baik tingkat nasional maupun internasional.

Baginya, semua yang berhasil ia raih adah berkah dari Alquran.

“Alhamdulillah, ini semua berkah Alquran. Dengan menggoreskan ayat-ayat suci Alquran, saya bisa berkeliling Indonesia. Mulai dari Jombang, Malang, Jakarta, Medan hingga Banda Aceh,” papar alumnus MA Salafiyah Kajen ini.

Bagi orang-orang yang ingin menekuni kaligrafi, Ain berpesan agar sabar dan tekun. Sabar, artinya jangan pernah bosan latihan. Adapun tekun, artinya setiap hari harus menulis, meski hanya satu huruf.

“Serta bagi teman-teman yang ingin mengikuti perlombaan, harus perbanyak try out. Dan yang paling penting, harus ada guru yang mengoreksi,” ujarnya.

Sebagai penutup, ia mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib: Kaligrafi (khat) itu tersembunyi di dalam pengajaran seorang guru, kekuatannya ada dalam banyak menulis (latihan), dan keabadiannya ada pada agama Islam. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *