Tekan Angka Kecelakaan Melalui Program Trimandara, Kolaborasi PT Jasa Raharja dan Korlantas Polri

oleh -129 views

Seputarmuria.com, PATI – Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja, Munadi Herlambang menyebut bahwa Program Santri Aman Berkendara (Trimandara) merupakan program yang diusung untuk menekan angka kecelakaan di Indonesia. Pihaknya menggelar dua kali Santri Aman Berkendara setiap tahunnya.

Hal tersebut ia sampaikan saat menyapa ratusan santri di Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa), Pati, Jawa Tengah, Selasa (27/2/2024). Bekerjasama dengan Korlantas Polri, PT Jasa Raharja melakukan sosialisasi dan edukasi dalam rangka membangun kesadaran tertib berlalu lintas untuk para santri.

Sekitar 400 santri pun tampak antusias mengikuti pelatih ini. Mereka menyimak berbagai materi. Mulai dari etika berkendara, tugas dan peran PT Jasa Raharja hingga praktek berkendara.

’’Sebenarnya memang khusus bulan Ramadan. Namun demikian, kita ajukan sebelum Ramadan. Tahun lalu di Tebuireng dan Sumedang. Rutin kita lakukan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku prihatin lantaran angka kecelakaan di Indonesia tergolong tinggi. Pada tahun 2023 lalu angka kecelakaan di Indonesia menembus 153.008 kasus yang tercatat di data Korlantas Polri. Sebanyak 180.920 korban mengalami luka ringan, 15.154 korban luka berat dan 27.895 korban meninggal dunia.

”Kita lakukan bagaimana mengurangi angka kecelakaan di semua lini. Alhamdulillah Santri cepat menerima. Kita berikan secara dinamis dan sosmed. Kompetisi juga digaungkan untuk kampanye kepada masyarakat,” tutur dia.

Program ini ada karena besarnya angka kecelakaan di kalangan pelajar. Sebab, pelajar dan mahasiswa merupakan generasi penerus yang akan menjadi ujung tombak pembangunan di masa mendatang.

Sementara, Rektor IPMAFA KH Abdul Ghaffar Rozin mewakili komunitas pesantren menyambut baik inisiatif Jasa Raharja dan Korlantas Polri yang menggelar kegiatan ini.

“Kita semua sadar bahwa berkendara secara aman menjadi sangat penting. Apalagi tingkat kecelakaan di Indonesia sangat tinggi. Butuh ditangani secara masif,” ucap pria yang akrab disapa Gus Rozin ini.

Pihaknya berharap, setelah mendapat sosialisasi dan edukasi hari ini, para santri mampu menjadi pelopor keselamatan berkendara khususnya untuk rekan dan saudaranya.

“Saya mewakili pesantren di Kajen, Pati dan sekitarnya, serta seluruh Indonesia menyambut baik kegiatan ini. Semoga bisa diintensifikasi dan dilanjutkan ke depan,” paparnya.

Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Bakharuddin Muhammad Syah menambahkan, acara ini sebagai upaya agar bonus demografi Indonesia tidak menjadi boomerang di kemudian hari.

Usai mendapat pemahaman berkendara yang baik, ia menilai bahwa kualitas SDM generasi muda akan menjadi baik pula. Apalagi rata-rata korban kecelakaan lalu lintas di Indonesia didominasi usia produktif antara 15 tahun hingga 40 tahun.

”Semoga setelah mendapatkan pencerahan ini akan menjaga dirinya. Selamat untuk dirinya dan selamat untuk pengendara yang lain,” pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *