Tantangan Dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan

oleh -660 views

Seputarmuria.com, PATI – Bupati Pati Haryanto, Rabu (19/6/2019) menghadiri acara halal bihalal sekaligus peresmian Pati Medical Center Klinik Utimate (PMCKU).

Hadir pula dalam kegiatan itu, Wakil Bupati, Sekda, Kapolres, Dandim serta Direktur Utama beserta jajaran keluarga besar KSH.

PMCKu (Pati Medical Center Klinik Ultimate) ini adalah salah satu upaya untuk memberikan pelayanan yang ultimate beyond expectation atau layanan bermutu tinggi dengan teknologi kekinian di atas harapan pasien-pasien golongan mampu, sehingga mencegah larinya devisa ke luar Pati dan diharapkan mampu meningkatkan perekonomian lokal.

“Alhamdulillah kami bisa hadir dalam acara dengan dua agenda, yang pertama halal bihalal keluarga sehat dan kedua adalah Grand Opening Pati Medical Center Clinic (PMCKU)”, ujar Haryanto.

Halal bihalal, lanjut Bupati, tujuannya adalah untuk semakin mempererat tali silaturahmi.

“Yang sudah erat akan semakin erat, yang tadinya ada perselisihan sebelumnya, bisa saling memaafkan. Budaya yang baik ini harus terus kita pupuk”, imbuhnya.

Pihaknya juga menyambut baik dibukanya PMCKU. “Karena segala fasilitas ini yang akan memanfaatkan adalah masyarakat Pati sendiri. Diperuntukkan masyarakat menengah ke atas. Ya bukannya diskriminatif, akan tetapi klinik ini dibangun untuk memberikan pelayanan terbaik agar pendapatan tidak lari ke daerah lain karena apabila warga Pati yang akan periksa atau check up, cukup dilakukan di sini sebab segala fasilitas sudah ada atau cukup di sini”, terang Haryanto.

Tak hanya itu, Haryanto juga mengingatkan, dengan semakin banyaknya fasilitas kesehatan, jangan lantas dianggap sebagai ancaman bagi pelaku usaha sejenis. “Akan tetapi harus menjadi suatu tantangan untuk berlomba-lomba memanfaatkan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat”, ujarnya.

Di era saat ini, semua tak boleh tinggal diam. “Karena kita bukan hanya bersaing dalam bidang industri saja atau dalam fasilitas kesehatan saja akan tetapi kita juga bersaing dalam hal kualitas sumber daya manusia khususnya dalam bidang kesehatan”, himbau bupati.

Jika sumber daya di negeri sendiri kurang dalam pelayanan kesehatan, busa jadi Indonesia dimasuki tenaga-tenaga kesehatan dari luar dan itu diperbolehkan sepanjang memang tenaga kesehatan yang dibutuhkan tidak ada di Indonesia.

“Hal ini menjadi tantangan kita, oleh karena itu sepanjang ada warga masyarakat yang ingin membuka rumah sakit atau klinik kesehatan yang tujuannya tentu untuk pelayanan masyarakat, kami selaku kepala daerah dan masyarakat selalu menyambut baik. Saya hanya menghimbau kepada rumah sakit atau klinik kesehatan baik yang kita kelola maupun swasta untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat”, harapnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *