Tangkal Paham Radikalisme di Mahasiswa Melalui Seminar Kebhinekaan

oleh -10 views

Seputarmuria.com, PATI – Jelang peringatan HUT ke 74 Kemerdekaan RI, Pemkab bersama dengan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pati menggelar seminar dengan tema merawat Kebhinekaan Untuk Tangkal Paham Radikalisme, Selasa (13/8/2019).

Acara yang berlangsung di Gedung Korpri ini dihadiri oleh kurang lebih 300 mahasiswa yang ada di Kabupaten Pati. Sejumlah narasumber pun hadir guna mengisi acara ini mulai dari Polres Pati, Dosen dari Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) serta yang tak kalah penting ialah Dandim 0718/Pati.

Kepala Kesbangpol Pati, Susanto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian agenda yang diselenggarakan mulai dari menyambut Hari Jadi ke 696 Kabupaten Pati hingga menyambut HUT ke 74 Kemerdekaan RI, yang mana dalam kegiatan seminar ini, Kesbangpol sebagai koordinator acara.

“Sebagian besar yang kita panggil memang mahasiswa, sebab berdasarkan info yang berhasil dihimpun, mahasiswa merupakan unsur paling rawan terkena paham radikalisme”, ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut diperkuat dengan informasi hoax maupun paham – paham radikal yang beredar melalui media sosial. Tentu saja, mahasiswa yang notanene merupakan masa transisi sangat rawan terpapar informasi seperti itu.

“Menurut informasi dari BIN (Badan Intelejen Negara), Kabupaten Pati rawan dimasuki paham – paham radikal. Namun kami belum bisa menyampaikan secara rinci datanya, sebab masih menunggu informasi lengkap dari BIN”, tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Susanto, pihaknya mulai menyisir dari kalangan mahasiswa sebagai antisipasi masuknya paham radikalisme maupun terorisme. Paling tidak usai dilakukan berbagai antisipasi yang diantaranya dengan seminar ini, dapat menciptakan suasana yang damai dan kondusif di Kabupaten Pati.

“Dengan banyaknya informasi terkait paham radikalisme yang tersebar di media sosial, oleh sebab itu dalam seminar ini kita hadirkan narasumber yang kompeten dalam memberikan antisipasi dan wawasan dalam ber medsos agar tidak terjaring dalam paham radikalisme”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *