Tak Hanya Bergantung Anggaran Desa, Petinggi Banyuputih – Jepara Siap Rogoh Kocek Sendiri untuk Beli Ambulance

oleh -683 views

Seputarmuria.com, JEPARA – Sejak masuknya industri lokal dan asing yang berinvestasi di Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyataman, Kabupaten Jepara pada tahun 2000an ini, perlahan desa tersebut menjelma jadi wilayah perputaran ekonomi.

Mengingat beberapa dekade silam, Banyuputih hanya dikenal sebagai desa penghasil beragam produk pertanian. 

Tak sampai di situ saja, setelah ramainya industri monel dan masuknya pabrik garmen berskala internasional, desa tersebut juga makin menyedot minat para pendatang untuk mengadu nasib.

Aktivitas yang dinilai tinggi bagaikan dunia dalam industri tersebut membuat Banyuputih seakan tak pernah tidur. Tak ayal, pergeseran perilaku masyarakat pun membuat Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banyuputih setempat harus turun tangan lebih jauh. 

Terlebih, masa kepemimpinan itu baru dilantik dan serah terimakan pada awal Desember 2019 lalu kepada petinggi yang terpilih saat itu.

Petinggi Banyuputih Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara Joko Prakoso, mengakui gaya berfikir dan pergaulan masyarakat banyak berubah. 

Berbagai dampak pun ia rasakan. Baik itu mulai dari dampak positif dan negatifnya. Misalkan saja pada sisi positif yakni terdapat banyak peluang ekonomi baru bagi warga selain bertani. Seperti bekerja di pabrik, maupun membangun kos ataupun kontrakan karyawan untuk para pekerja dari luar daerah yang memang mencari peruntungan di situ.

Akan tetapi pihaknya juga menyadari dan tak bakal menutup mata terhadap dampak buruknya itu. Yakni, pengaruh negatif seperti halnya pergaulan bebas juga makin tak terbendung. Sehingga Pemerintah Desa perlu mengambil sikap dalam mengawal, mengatur serta mengendalikan perubahan masyarakat ini.

“Tentunya dari segi kemanfaatan tetap kita jaga, namun akses yang kurang baik terkendalikan. Zaman sudah berubah. gaya kepemimpinan juga berbeda,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk mengawali di kepemimpinanya itu, Joko menegaskan jika saat memasuki 100 hari di Desa Banyuputih sebagai Petinggi, ia akan selalu bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat siap bersinergi menyukseskan program “Rembug Wargo Mbangun Deso”. Di mana program itu telah dilaunching belum lama ini dan ditunjukan kepada masyarakat setempat.

Pertama tentunya bakal mengevaluasi terhadap kinerja yang ada di internal terlebih dahulu. Waktu tersebut ia programkan selama 40 hari pertama. Mulai dari perbaikan pelayanan Pemerintah Desa, peremajaan Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT), hingga penataan sistem pelayanan prima kepada masyarakat desa.

Yang kedua yakni mengurangi dampak negatif di masyarakat. Pihaknya juga menyiapkan aturan penataan kos-kosan ataupun kontrakan, serta penanggulangan pergaulan bebas. 

“Hal ini menjadi target seratus hari kami  bersama BPD Banyuputih,” imbuhnya.

Tak tanggung-tanggung untuk melancarkan programnya demi pelayanan kepada warga, pihaknya juga tak serta merta mengandalkan anggaran desa.

Bahkan, untuk lebih memprioritaskan pelayanannya pengadaan hibah mobil ambulan gratis pun dikeluarkan dari kocek pribadi Petinggi. Hal itu dilakulannya demi mempermudah pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat.

Sementara itu, Ketua BPD Banyuputih Waskito, menyatakan akan selalu bersinergi dan mengawasi jalannya pemerintahan desa. 

Dirinya juga menjabarkan jika petinggi tersebut mempunyai program andalan lainnya. Sehingga ia pun sebagai BPD yang menjadi partner dalam menata desa mengapresiasi inisiatif untuk selalu memajukan pendidikan dan keagamaan di desa setempat.

Program yang dicanangkan yakni dengan menghibahkan hasil pengelolaan tanah bengkok kepada masjid, guru madrasah diniyah dan TPQ. Pihaknya menyatakan berkomitmen ikut merencanakan kemajuan desa bersama-sama.

“Sudah menjadi tanggungjawab kami sebagai BPD. Harapan besar kami perubahan desa sesuai perubahan zaman akan terealisasi dalam 100 hari awal jabatan bahkan selanjutnya petinggi yang baru,” pungkasnya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *