Tak Disangka! Mahasiswi Undip Asal Pati Mampu Tingkatkan Kualitas Susu Peternak Tradisional

oleh -607 views

Novita bersama kedua rekannya menunjukkan Milstor

Seputarmuria.com, PATI – Dalam hal produksi susu sapi, satu di antara penyebab rendahnya kualitas susu ialah tingginya cemaran bakteri dalam susu dengan kadar melebihi batas Standar Nasional Indonesia.

Novita Indah Pratiwi (21), mahasiswi Prodi Fisika Universitas Diponegoro, asal Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati ini, mempunyai teknik tertentu dalam mengatasi hal tersebut.

“Penanganan saat pemerahan dan pascapemerahan yang tidak sesuai standar, menyebabkam tingginya cemaran bakteri pada susu peternakan tradisional. Misalnya menggunakan ember atau drum berbahan plastik untuk menampung dan menyetorkan susu,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Novita menjelaskan, sejumlah alat berbahan plastik tersebut sangat rawan dalam menjaga susu dari kontaminasi mikrobia dan kotoran. Tak hanya itu, penyimpanan susu secara keliru bisa memunculkan cemaran logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Di bawah bimbingan Profesor Heri Sutanto, guna mengatasi hal tersebut, Novita bersama rekannya, yakni Mohammad Iir Ilsatoham(19), dan Muhammad Zainul Asror (21) mengembangkan alat penyimpan susu yang dapat mendegradasi bakteri dan menurunkan logam berat pada susu segar.

Mereka menyebut alat tersebut yakni Milstor (Milk Storage).

Sebagai informasi, dalam melakukan penelitian pengembangan Milstor, Novita dan kedua rekannya didanai oleh Kemristekdikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Komponen utama alat ini ialah lapisan tipis fotokatalis N doped ZnO yang diaktivasi dengan cahaya tampak dari lampu LED, yang mampu mendegradasi cemaran bakteri sekaligus logam berat dalam susu.

“Agar dapat membuat susu lebih tahan lama dan selalu segar, alat ini juga memiliki sistem pendingin”, terang Novita.

Ia melanjutkan, dari hasil uji yang dilakukan, pemanfaatan Milstor dapat menurunkan kadar bakteri dan cemaran logam berat dalam susu secara signifikan. Selain itu, penggunaan Milstor tidak menurunkan kandungan protein, lemak dan laktosa. Artinya, nutrisi susu tetap terjaga.

“Alat ini tentu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas susu yang dihasilkan oleh peternak tradisional. Kami berenana akan mematenkan inovasi ini,” imbuhnya.

Novita mengatakan, ia dan kedua rekannya berharap hasil temuan mereka dapat diproduksi massal. Hal ini agar masyarakat peternak tradisional dapat meningkatkan taraf perekonomiannya. Sebab, teknologi sederhana ini dapat membantu peternak tradisional menyetorkan susu perahannya ke industri. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *