Surga Tersembunyi di Desa Tunggulsari

oleh -2,080 views

Seputarmuria.com, PATI – Bagi penikmat keindahan alam, tak ada yang menyangka bahwa ada satu tempat yang mampu menyajikan keindahan alam yang dikemas dalam objek wisata belum lama ini.

Terletak di Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu Kabupaten Pati, lokasi yang dikelilingi oleh lahan tambak ini, menyembunyikan lokasi wisata yang begitu asri di pandang mata. Masyarakat setempat menyebutnya Pantai Mina Mangrove.

Pantai wisata yang baru dibuka per tanggal 23 Juni 2019 ini masih sangat asri dan begitu alami. Selain pemandangan pantai yang begitu menyegarkan mata, para pengunjung juga dapat menikmati lautan mangrove di tempat ini.

Kades Tunggulsari, Jarot Supriyanto mengungkapkan bahwa lokasi wisata Pantai Mina ini memang sudah lama dikunjungi oleh masyarakat. Terlebih ketika bulan puasa kemarin, jumlah masyarakat yang berkunjung semakin meningkat.

“Baru dibuka memang 4 hari ini, dan pengunjung belum dikenakan biaya masuk, hanya biaya parkir kendaraan yang nilainya sama dengan biaya parkir pada umumnya yaitu motor 2.000 dan mobil 5.000. Pendapatan biaya parkir tersebut pun untuk kepentingan keamanan dan penataam atau kebersihan di lokasi wisata”, ungkapnya saat ditemui, Rabu (26/6/2019).

Di Pantai Mina ini, pengunjung yang datang dapat menikmati sejumlah spot foto yang telah disediakan. Berbagai kalangan, khususnya para pelajar selalu beramai – ramai mengunjungi tempat ini.

Meskipun sangat baru, tempat wisata ini dikunjungi kurang lebih 300 pengunjung setiap harinya. Dengan luas tambak ikan 146 hektar, 50 hektar digunakan untuk budidaya nila salin, 60 hektar untuk bandeng semiintensif dan sisanya tradisional.

“Oh ya, sebutan resmi dari pihak desa yaitu Pantai Mina dan Mangrove. Terkait anggaran untuk pengembangan lokasi ini, kami alokasikan dari dana desa sebesar 40 juta rupiah. Ini sebagai dana pancingan yang pada realisasinya, di manfaatkan untuk membeli material oleh para pemuda serta dimanfaatkan sekreatif mungkin guna menata tempat wisata secara bertahap”, ujarnya.

Jarot juga menjelaskan bahwa konsep desa wisata ini, telah dicanangkannya kurang lebih selama 1 tahun belakangan. Dan baru digarap 5 bulan terakhir ini. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *