Strategi Pemkab Ramaikan PKP Tak Seperti Lampu Aladin

oleh -516 views

Bupati Pati Haryanto saat memberi sambutan usai ajang ASNRun 2019 di PKP

Seputarmuria.com, PATI – Salah satu upaya Pemkab Pati untuk meramaikan Pusat Kuliner Pati yang merupakan tempat relokasi PKL, yaitu pada 1 Juli 2019 kendaraan dari arah barat yang melewati Jalan Jenderal Sudirman harus melalui Jalan Tunggul Wulung.

Diberlakukannya aturan ini, dengan tujuan agar meningkatnya arus kendaraan melewati Pusat Kuliner Pati (selanjutnya disebut PKP) yang berada di Jalan Tunggul Wulung. Dengan demikan, akan semakin banyak orang yang mengetahui keberadaan PKP. Pada akhirnya, diharapkan pengunjung PKP akan semakin banyak.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pati Haryanto usai mengikuti event ASNRun 2019 yang berpusat di PKP, Sabtu (29/6/2019).

“Ini merupakan bentuk dukungan Pemkab terhadap PKL yang telah bersedia direlokasi ke Pusat Kuliner Pati,” ungkapnya.

Pihaknya mengatakan, walau berbagai upaya telah dilakukan demi membantu para pedagang agar memperoleh pendapatan sebagaimana sebelum direlokasi, pihaknya mengakui bahwa upaya-upaya tersebut belum maksimal.

“Kami akui memang belum maksimal. Namun, bukan berarti tidak diperhatikan. Akan kita perhatikan secara bertahap. Sebab, semua itu memerlukan mekanisme dan penganggaran,” jelasnya.

Haryanto berharap agar para pedagang kooperatif dapat dan sama-sama mencari solusi terbaik. Menurutnya, relokasi PKL adalah kewajaran.

Untuk diketahui, kebijakan relokasi PKL diterapkan Pemkab berkenaan dengan agenda perencanaan tata wilayah, yakni revitalisasi Alun-Alun Pati sebagai ruang publik. Selain itu juga pelarangan PKL di jalan-jalan protokol. PKL yang direlokasi ke PPK adalah mereka yang sebelumnya berjualan di area Alun-Alun Pati dan jalan protokol.

“Semua daerah pasti mempunyai kebijakan dalam rangka menata wilayahnya menjadi baik. Dalam pelaksanaan relokasi, tidak ada niatan kami untuk mematikan usaha orang. Justru Pemkab berusaha agar pedagang kecil dapat menjadi besar dan bisa bertahan,” tegasnya.

Haryanto mengatakan, seandainya Pemkab tidak berpihak kepada UMKM dan pedagang kecil, niscaya PKL tidak akan disediakan tempat relokasi.

“Apabila Pemkab tidak peduli, akan kami biarkan saja (mencari tempat pindah sendiri). Sebab pada saat menggunakan lokasi berdagang sebelumnya juga tidak ada perjanjian hitam diatas putih,” ucapnya.

Lanjut Haryanto, karena kenyataannya Pemkab peduli pada nasib PKL, maka ia selaku kepala daerah memiliki kebijakan relokasi.

Haryanto meminta para pedagang untuk optimistis. Ia yakin, secara bertahap para pedagang akan kembali memperoleh keuntungan sebagaimana sebelum direlokasi.

“Jelas tidak bisa bim salabim atau pakai lampu Aladdin untuk langsung disulap menjadi ramai. Tidak usah khawatir (sepi pembeli). Sebab di sini adalah pusat perkotaan. Yang mengatur rezeki adalah Yang Mahakuasa. Cicak di dinding saja dijamin rezekinya, apalagi manusia. Pasti diatur oleh Allah,” pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *