Soal Perampokan di Alfamart Gegunung Wetan, Polisi Sebut CCTV Mati dan Jejak Sidik Jari Rusak

oleh -1,271 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Terkait perampokan di Alfamart, jalan Pantura turut Desa Gegunung Wetan Kecamatan Rembang, Senin (29/7) tengah malam, pihak kepolisian mengungkapkan jika usai diselidiki ternyata CCTV yang ada di toko tidak aktif.

Hanya, saja pihak kepolisian belum , menyimpulkan apakah tidak aktifnya CCTV yang ada di depan toko itu lantaran rusak atau memang tidak dihidupkan.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito menutarakan jika saat ini pihaknya tengah mengamankan CCTV dan beberapa barang bukti lainnya.

“Ada CCTV dan beberapa alat komunikasi kasir, jejak-jejak dari insiden itu kita amankan di inafis dahulu,”kata dia.

Kemudian, ia juga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian perampokan itu, CCTV yang ada di depan toko tersebut masih aktif.

“CCTV pada saat kejadian tidak aktif. Namun menurut keterangan beberapa petugas kemarin hidup tapi saat kejadian mati,”ungkap Bambang.

Sementara itu, untuk pendalaman lebih lanjut pihaknya juga mendalami rekaman CCTV di bagian gudang. Mengingat, hanya CCTV yang bagian  belakang tersebut aktif saat kejadian.

“Saat itu, Gudang saja yang hidup (CCTV)nya. Dan itu gudangnya di bagian belakang,”paparnya.

Selain CCTV yang memang menjadi kendala dalam pendalaman kasus tersebut, polisi juga mengatakan jika jejak sidik jari pun ikut rusak. 

“Jejak ada beberapa sidik jari. Tapi sudah rusak. Dan saat ini kami masih konformasi data, kemudian perbanyak saksi kita tambah, kami menggunakan inafis dan lainnya”, urainya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai pelaku yang diduga menggunakan mirip senjata api, ia menyatakan bahwa pelaku yang berjumlah sekitar 3 orang dengan menggunakan penutup wajah tersebut dugaan sementara menggunakan airshoft gun yang mana bisa dinilai mirip senjata api atau pistol.

“Itu bukan senjata api. Tapi kemungkinan airsoft gun kayak senjata mainan gitu”, pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi perampokan itu terjadi saat toko dijaga oleh tiga orang karyawan. Saat itu juga tiba- tiba datang para pelaku sekitaran 3 orang dengan mengenakan penutup wajah dan kepala untuk mengelabuhi penjaga.

Penutup wajah yang digunakan yakni helm ada pula yang mengenakan masker dan topi. Begitu masuk salah satu pelaku langsung menembak rak berisi rokok yang ada di belakang meja kasir dengan benda berupa mirip pistol. 

Spontan, tiga orang karyawan yang saat itu posisinya berada di belakang meja kasir ketakutan dan menuruti semua perintah para pelaku untuk mengambilkan barang-barang yang diminta pelaku. Dari kejadian itu, pihak Alfamart ditaksir mengalami kerugian sekitar belasan juta rupiah. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *