Sisihkan Ratusan Perusahaan Tambang se Jateng, SG Rembang Duduki Puncak Penghargaan

oleh -318 views

Seputarmuria.com, SEMARANG – Ratusan perusahaan tambang di Jawa Tengah berhasil dibuat tak berdaya saat penilaian juri acara penilaian Good Mining Practice (GMP) tahun 2019.

Dalam penilaian itu, perusahaan plat merah yang ada di kota garam Rembang, PT. Semen Gresik pun dapat mudah bertengger di puncak dengan menyabet juara pertama.

Juara pertama yang mendapatkan penghargaan pertambangan terbaik itupun diserahkan oleh Gubernur Jawa Ganjar Pranowo di Lapangan Pancasila Semarang, Kamis (15/8).

Juara terbaik itu tentunya menegaskan bahwa Semen Gresik sebagai perusahaan dengan praktek pertambangan yang paling sesuai dengan regulasi pemerintah dan sekaligus ramah lingkungan.

Sementara itu, penghargaan GMP tersebut diprakarsai oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng mulai digelar tahun 2019 ini. 

Kemudian, dari proses penilaian itu, tak tanggung-tanggung, tim juri pun berasal dari instansi atau dinas yang bergerak di bidangnya. Yakni berkaitan dengan industri pertambangan baik mulai dari Kementrian ESDM, Dinas ESDM Jateng, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng serta akademisi UPN Yogyakarta. 

Di suatu sisi, dari proses panjang terhadap penilaian sudah digelar sejak April lalu. Adapun poin penilaian terdiri dari berbagai aspek. Mulai dari pemenuhan dokumen administrasi, teknis pelaksanaan hingga aspek lingkungan. 

“Sejak awal beroperasi Semen Gresik sudah menerapkan GMP. Karena itu memang bagian dari visi Semen Gresik sebagai perusahaan persemenan paling ramah lingkungan dan paling efisien di Asia Tenggara,” kata Direktur Produksi PT. Semen Gresik Joko Sulistiyanto.

Selain itu, PT. Semen Gresik juga akan selalu berkomitmen taat aturan. Perusahaan persemenan terkemuka ini memiliki instruksi kerja yang lengkap hingga tenaga kerja 

tersertifikasi dan kompeten. Keberadaan greenbelt berisi puluhan ribu pohon yang mengelilingi area tambang juga terus diintensifkan sebagai bagian upaya pemantauan 

dan pengelolaan lingkungan pertambangan. Semen Gresik memiliki cara khusus agar tidak ada sisa tambang yang berpotensi menganggu lingkungan.

“Semen Gresik juga selalu menekankan keselamatan operasi pertambangan. Indikasinya, sejak beroperasi hingga kini tidak pernah terjadi kecelakaan tambang,” ucapnya. 

Dari hasil penilaian tim juri praktek pertambangan Semen Gresik dinyatakan memenuhi regulasi pemerintah, khususnya UU No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Mulai dari K3 pertambangan, keselamatan operasi pertambangan,pemantauan dan pengelolaan lingkungan pertambangan, upaya konservasi sumber daya mineral hingga pengelolaan sisa tambang.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan usaha pertambangan yang baik tidak akan merusak lingkungan. 

Menurutnya, jika menerapkan GMP malah akan memperbaiki lingkungan. 

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi PT Semen Gresik Pabrik Rembang dan pelaku usaha pertambangan lain yang sudah menerapkan GMP. Pihaknya berharap penerima penghargaan GMP bisa menginspirasi pelaku usaha tambang lainnya.

“Kita harapkan jadi agen perubahan pelopor pertambangan yang baik. Kalau menerapkan GMP pasti hasilnya low cost high profit. Dan yang pasti usaha tambangnya juga akan membahagiakan warga sekitarnya,” tandas Sujarwanto Dwiatmoko. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *