Sinergitas APINDO dan BPJS Perlu Ditingkatkan

oleh -658 views

Seputarmuria.com, PATI – Bertempat di Muria Ballroom Lt. 10 Hotel Safin, dilaksanakan penandatanganan MoU BPJS Kesehatan bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Pati sebagai wujud komitmen bersama dalam mensukeskan Program JKN – KIS, Rabu (31/7/2019).

Mewakili Ketua APINDO, Agung Harsanto menyampaikan bahwa APINDO akan selalu berusaha mendukung program pemerintah. Terlebih dalam undang – undang disebutkan bahwa setiap warga negara wajib menjadi peserta BPJS.

“Hanya saja terkait keanggotaan maupun hal lainnya, memang harus secara bertahap. Ada kurang lebih 95 perusahaan yang masuk atau tergabung di APINDO ini, dan kedepan akan kita dorong agar dapat tergabung keanggotaan di BPJS”, ujarnya.

Ia menyebut, dengan terdaftar kepesertaan di BPJS, memang mempunyai keuntungan. Diantaranya adalah, perusahaan dapat mengalihkan terjadinya resiko, yaitu apabila terjadi peristiwa, atau kecelakaan kerja maupun kesehatan, dapat tercover oleh BPJS.

“selain kami yang nantinya mendorong APINDO, pengusaha beserta para pekerjanya untuk ikut kepesertaan di BPJS, BPJS pun juga mempunyai kewajiban untuk terus meningkatkan kinerjanya”, tegasnya.

Ia ingin bahwa komunikasi maupun koordinasi yang selama ini ada, untuk selalu dijaga dan diperbaiki. “Yang penting kita sebagai warga negara, sadar diri ikut BPJS. Sebab, dalam BPJS ini mengandung maksud sistem gotong royong”, tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengatakan bahwa kerjasama antara pengusaha dengan BPJS ini memang diperlukan. Manakala terjadi kejadian – kejadian yang tak diinginkan, BPJS dapat membantu. Dan hal tersebut merupakan safety bagi perusahaan.

“Saya pikir ini merupakan bentuk tanggung jawab dari perusahaan. Dan dengan ini, karyawan pasti akan merasa dihargai. Dan tentunya, karyawan akan merasa lebih nyaman dalam bekerja”, ujarnya.

Ia menyebut, apabila daerah tidak banyak memiliki perusahaan, maka otomatis perusahaan tersebut tidak akan cepat maju. Tidak harus usaha – usaha dalam skala besar, namun usaha – usaha kecil pun mampu untuk menampung tenaga kerja.

“Apabila pengusaha usahanya maju namun karyawannya belum sejahtera, itu tidak baik. Oleh karena itu, antara pengusaha dan pekerja dapat saling mendorong dan mengisi untuk menciptakan suatu kemanfaatan bersama”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *