Si Kecil Ani Justru “Dicoblos” saat Pertama Kali Nyoblos

oleh -461 views

Si kecil Ani saat ditemui di kediamannya

Seputarmuria.com, REMBANG – Siapa sangka Siti Rizqiya Putri Dwi Ani (21) atau yang akrab dipanggil Ani putri dari Muhammad Ali warga Sendang Mulyo Kecamatan Sluke ini diprediksi dapat menduduki kursi empuk di gedung DPRD Rembang tahun 2019.

Pasalnya, perempuan yang saat ini masih berstatus mahasiswi di Universitas Negeri Semarang (UNNES) semester delapan dan sering dijuluki si “kecil” oleh sesama kolega baik di partai maupun lawan politiknya tersebut berhasil meraup sekitar 5.616 suara di daerah pemilihan 3 meliputi Kecamatan Kragan dan Sluke.

Pada pemilu yang digelar pada 17 April 2019 lalu, ia mengajukan diri sebagai calon legislatif (Caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari daerah pemilihan Sluke dan Kragan.

Al hasil dari perolehan itu, wanita yang kini memasuki masa ujian skripsi jurusan Pendidikan IPA itu bisa diprediksi bisa melenggang ke gedung DPR dengan menyingkirkan lawan politiknya.

Saat ditemui media, Ani mengaku jika di tahun 2019 pihaknya baru kali pertama bisa ikut mencoblos di pemilu legislatif maupun presiden. Mengingat di tahun sebelumnya (2014) belum bisa menggunakan hak pilihnya lantaran masih berusia belasan tahun.

“Ini malah baru kali pertama nyoblos DPRD, Presiden. Lha ini malah dicoblos (nyalon),”kata Ani saat diwawancarai media di kediamannya Sendang Mulyo, Sluke beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, sebelum maju untuk menjadi calon legislatif tingkat Kabupaten Rembang, ia sempat meminta pertimbangan kepada dozen maupun rekan-rekannya di kampus.

Hanya saja permintaan tanggapan atau masukan itu kurang ditanggapi secara greget. Dimungkinkan ia masih berstatus mahasiswi atau belum menyelesaikan pendidikannya.

“Sempat pernah meminta masukan atau pertimbangan ke dosen atau teman. Tapi kurang begitu direspon. Mungkin saja, menurut rekan atau dosen saya belum lulus kuliah atau masih dianggap kurang pas usianya,”paparnya.

Namun, ia tak patah arang. Pihaknya masih tetap maju sebagai caleg dari PPP dengan dorongan dan dukungan penuh dari keluarganya.

Tak sampai di situ saja, ia juga sering membuka internet untuk sekadar mencari informasi tugas-tugas DPR jika nantinya terpilih menjadi wakil rakyat. 

“Buka google, internet guna mencari informasi mengenai tugas tugas DPR, kewenangan-kewenangan dan lainnya. Sebab saya juga belum tahu politik,”ujar dia.

Dari serangkain itu, ada beberapa cerita menarik yang ia dapatkan saat berada di lingkaran politik. Ya cerita itu yakni ia dipanggil dengan sebutan “cah cilik” atau jika dibahasa Indonesiakan yang bermakna anak kecil atau si kecil oleh sesama rekan di partainya. 

Bahkan menurutnya, ia sempat mendengar suara pedas dari oknum partai atau lawan politiknya jika memilih si “kecil” (Ani) itu tak pantas.

“Ya ada yang bilang. Jangan milik cah cilik. Ngapain?. Dia (Ani) belum tahu apa-apa,”ujar dia menirukan suara suara pedas tersebut.

Dengan suara pedas itu, lalu dijadikanlah penyemangat bahwa ia akan bisa melalui pemilu dengan baik dan meraih hasil yang memuaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *