SG Rembang Boyong Penghargaan Bergengsi di Kancah Dunia

oleh -634 views

Seputarmuria.com, REMBANG – PT. Semen Gresik Pabrik Rembang dapat memboyong penghargaan bergengsi di ajang Asia Pacific Quality Organization (APQO) International Conference ke – 25 yang digelar di Bali tahun 2019 ini.

Di mana event yang diikuti ratusan peserta dari 19 negara tersebut, PT. Semen Gresik Pabrik Rembang telah mengirimkan dua tim. Di antaranya yakni Rembang Bangkit dan Sumber Angin dalam ajang APQO – IC tahun 2019. 

Tak tanggung-tanggung, dari kedua tim yang didelegasikan itu sama-sama meraih 3 Stars yang merupakan anugerah tertinggi dalam kompetisi internasional itu. 

Hanya saja, dari Tim Rembang Bangkit dengan inovasi bertajuk “Semen Gresik Community Challenge (SGCC)” mengantongi tambahan penghargaan sebagai inovator terbaik Stream 5 APQO – IC yang diikuti kalangan instansi pemerintah, perusahaan swasta, BUMN hingga lembaga pendidikan dari berbagai negara.

“Ini capaian yang luar biasa dan membanggakan. Inovasi merupakan competitive advantage bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan yang kian ketat, “ kata Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik, Gatot Mardiana, Jumat (18/10).

Sebagai bahan perbandingan, di tahun 2018, tim Rembang Bangkit dan Sumber Angin PT Semen Gresik meraih penghargaan Platinum dalam ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) ke – 22 di Kota Batam, Kepulauan Riau. 

Nah, berkat raihan prestasi itulah, tentunya kedua tim berhak maju ke pagelaran APQO – IC tahun 2019 di Bali di tahun 2019 ini.

Innovation Officer PT Semen Gresik, Rachmad Solikin mengatakan sekarang ini iklim inovasi terus tumbuh di lingkup perusahaan. 

Hal itu dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya karena jajaran Direksi Semen Gresik mendukung penuh progam inovasi.

Progam inovasi, tidak hanya merangsang kreativitas yang berujung meningkatnya produktivitas, tetapi juga mampu memunculkan efisiensi. 

Salah satu caranya dengan rutin mengadakan event Semen Gresik Innovation Convention (SGIC). Tahun 2019, tercatat ada 32 tim yang menjadi peserta SGIC. Dari hasil penghitungan sementara, potensi benefit yang dihasilkan puluhan tim dengan berbagai karya inovasinya sekira Rp 30 miliar.

“Target kita, inovasi menjadi budaya di lingkungan Semen Gresik,” tandasnya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *