Seneng Teater MTs Matholi’ul Huda Pucakwangi Gelar Pentas Gambarkan Nasib Petani

oleh -238 views

Seputarmuria.com, PATI – Kecamatan Pucakwangi merupakan wilayah yang sebagian besar penduduknya aktif di sektor pertanian. Hal ini menjadi daya tarik kelompok kesenian teater sekolah yang tergabung dalam grup Seneng Teater untuk unjuk gigi.

Meraka membawakan sebuah naskah karya Mast Oim yang berjudul Anjlok 2, Senin (13/11) di Aula lantai 2 MTs Matholi’ul Huda Pucakwangi.

Permasalahan petani yang sangat komplek digambarkan dalam adegan-adegan yang sangat unik dan menarik. Naskah Anjlok 2 ini salah satunya mengkritisi keadaan petani yang memprihatinkan saat panen raya tiba. Harga langsung terjun bebas, hingga tak bisa menggantikan biaya pengolahan lahan.

Walaupun tergolong baru, para pemain sangat piawai dalam membawakan peran masing-masing. Adegan dimulai dari para petani keluar dengan ekspresi mencekam, dari luar panggung masuk pengepul dengan gerakan teatrikal, semua petani yang awalnya ekspresinya datar tiba-tiba terbelalak dan mengikuti sang pengepul.

Adapun yang berkuasa adalah yang beruang. Walau awalnya menolak, pada akhirnya menerima karena butuh, butuh untuk mengolah sawah lagi dan butuh untuk membayar upah para pekerja.

Kelicikan itu semakin menjadi, tatkala seorang laki-laki yang profesinya sebagai pengepul padi memberi arahan kepada Sukinah, tangan kanan yang tugasnya mempengaruhi para petani desa agar percaya kepada tuannya.

Kepala Madrasah, Hj. Ma’rifah memberikan apresiasi terhadap kelompok Seneng Teater atas semangatnya. Walaupun belum resmi keberadaan ekstrakurikuler teater di madrasahnya, namun sudah berani berproses sampai sejauh ini.

“Teater adalah bermain sandiwara. Artinya kita harus mampu memerankan berbagai karakter di panggung. Ini adalah pembelajaran yang efektif untuk mengenal diri masing-masing. Karakter yang tidak baik untuk diri kita tinggalkan, sementara karakter yang luhur kita gunakan”, jelasnya.

Pihaknya pun berpesan agar para pemain teater tetap menjaga semangat yang telah mereka tunjukkan itu.

Sementara, Nur Habibi selaku Ketua Yayasan juga hadir dalam acara itu. Ia juga menyampaikan agar tidak menggunakan teater sebagai sarana eksis belaka. Namun, lebih dari itu. Pergunakan untuk belajar dan menjadikan percaya diri di masa mendatang.

“Jangan sampai kalian berada di sini hanya untuk eksis belaka. Kalian jadikanlah wadah ini untuk belajar dan mencari pengalaman. Untuk kelompok teater lain yang hadir, saya titip adik-adik kalian ini, yang baru saja mau saya resmikan untuk dibimbing, dievaluasi jika salah. Sebab saya kira di Pucakwangi kelompok teater tingkat MTs/SMP baru ada di sini. Yang berani produksi baru dari Seneng Teater MTs Matholi’ul Huda ini. Saya titip untuk diarahkan”, bebernya.

Pihaknya, berharap jangan sampai berpuas diri, pertunjukan semacam ini jangan sampai berhenti melainkan harus lanjut ke produksi-produksi selanjutnya.

Pemeran yang terlibat dalam pementasan tersebut adalah Syafa, Imel, Amel, Cheisya, Fadhil, Nizam, Nofy, Najwa, Aulia, dan Irma. Meski hanya menampilkan sisi persoalan pertanian di lingkungannya, namun juga bisa dinikmati semua kalangan, hingga permainan grouping sangat terlihat di adegan-adegan awal hingga akhir.

Selain pertunjukan teater, juga ada pembacaan puisi dari tamu undangan, kelompok teater sekolah lain hingga para penyuka seni di Kecamatan Pucakwangi. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *