Sempat Lari Ke Papua, Akhirnya Tertangkap Juga

oleh -531 views

Seputarmuria.com, PATI – Pemuda berinisial AM kini harus merasakan akibat dari perbuatannya usai menjadi salah satu oknum dalam kasus pengeroyokan saat malam takbiran pada Rabu dini hari (5/6/2019) lalu di jalan desa depan pos ronda turut Desa Guyangan Rt. 6 Rw. 2 Kecamatan Trangkil.

AM merupakan salah satu dari sekian pemuda yang melakukan aksi pengeroyokan hingga mengakibatkan salah seorang meninggal, yaitu MA asal Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil serta 4 orang pemuda lainnya mengalami luka berat.

Kejadian bermula ketika dua orang pemuda asal Desa Kertomulyo melintas di depan sekumpulan pemuda yang akhirnya menjadi korban, sedang minum – minuman keras. Korban, yang juga salah satu korban pembacokan ini mengatakan bahwa 2 orang yang melintas tersebut, mengacungkan tangan kepada merek hingga terjadi kesalah pahaman.

“2 orang ini pun diberhentikan oleh sekumpulan pemuda tadi. Tak terima, 2 orang ini pun kembali ke desanya kemudian mengajak massa untuk mengeroyok sekumpulan pemuda tadi”, ungkap Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Ariyanto saat melakukan konferensi pers, Kamis (20/6/2019).

Atas aksi pengeroyokan ini, terdapat 1 orang yang meninggal dunia dengan inisial MA yang diakibatkan dari luka tusukan dan luka bacok.

“Dari hasil olah TKP, kita dapatkan sejumlah barang bukti seperti pakaian yang digunakan, alat yang dipakai, miras yang digunakan untuk pesta miras. Dan dari pemeriksaan saksi, olah TKP, rekonstruksi kejadian, kita lakukan pengejaran terhadap para pelaku hingga kita berhasil dapatkan salah satu dari pelaku pengeroyokan”, paparnya.

Kapolres Jon mengungkapkan bahwa pelaku AM sempat melarikan diri ke Papua selama 4 hari selang 1 hari setelah kejadian. Namun dengan penuh upaya mulai dari pengintaian hingga berusaha memancing, akhirnya pelaku kembali dan langsung diamankan.

“Usai kita identifikasi, masih ada sejumlah pelaku yang belum tertangkap sebanyak 7 orang dengan inisial, R, AL, GP, M, A, AM dan K. Namun pastinya akan tetap kita kejar. Ini merupakan kasus yang menodai di malam takbiran”, pungkasnya.

Pelaku mengaku bahwa dia memang ikut mengeroyok korban hingga korban menghemniskan nafas terakhir. Atas kejadian tersebut, tersangka terjerat pasal 170 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *