Sempat Diduga Maling, Bos Rental dan Tiga Teman yang Dianiaya Warga di Sumbersoko Ternyata Hendak Ambil Mobilnya

oleh -164 views

Seputarmuria.com, PATI – Empat orang pria yang sempat dicurigai sebagai gerombolan maling mobil oleh warga Desa Sumbersoko Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati ternyata kurang begitu benar. Sebab, empat orang tersebut ternyata hendak mengambil kendaraan rental yang belum dikembalikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Muhammad Alfan Armin saat dikonfirmasi media Mapolres Pati, Jumat (7/6/2024).

Sebelumnya, yakni pada Kamis (6/6/2024), media sosial tengah dihebohkan dengan video sejumlah orang yang terlihat babak belur serta sebuah mobil yang terbakar.

Pada video tersebut, empat orang pria yang dihajar massa sampai babak-belur dan berdarah-darah itu dicurigai sebagai pencuri mobil, Kamis (6/6/2024) siang. Mirisnya, mobil berwarna putih yang mereka kendarai ke Sumbersoko juga dibakar oleh massa.

Kasat Reskrim mengungkapkan dari hasil identifikasi, keempat orang tersebut ialah BH (52) warga Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Lalu SH (28) warga Kota Jakarta Barat, KB (54) warga Kedungbanteng Kabupaten Tegal, dan ES (37) warga Pulogadung Jakarta Timur.

Alfan menyebut bahwa BH meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Kayen. Sedangkan SH, KB, dan ES saat ini luka-luka di sekujur tubuh dan dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati.

“Dari hasil penyidikan yang kami lakukan, keterangan dari korban pengeroyokan yang masih bisa kami interogasi, awal mula mereka berangkat dari Jakarta menuju Pati, diajak saudara BH untuk mengambil mobil rentalan milik saudara BH,” jelasnya.

Dari pelacakan GPS, mobil tersebut berada di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati. Empat orang itu pun mendatangi lokasi dengan mengendarai mobil Sigra berwarna putih.

“Tiba di lokasi, mereka menemukan mobil itu dan langsung mengambilnya dengan kunci cadangan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” imbuh Alfan.

Saat ditemukan, Mobilio berwarna putih itu terparkir di depan rumah warga bernama Aris.

Namun naas, warga yang tidak tahu menahu itu pun melihat empat orang tersebut sambil meneriaki maling sehingga mereka dikejar hingga dianiaya oleh massa.

Polisi yang menerima laporan segera datang meredam amuk massa dan melakukan evakuasi terhadap korban.

“Pukul 18.30, salah satu korban yakni BH dinyatakan meninggal dunia di RSUD Kayen. Sementara tiga korban lainnya dirujuk ke RSUD Soewondo. Menurut keterangan korban yang masih hidup, mobil rental tersebut ialah milik BH”, paparnya.

Alfan menjelaskan, menurut keterangan AG (Aris-red.) yang pihaknya periksa sebagai saksi, mobil tersebut dia pinjam dari saudaranya.

Dengan adanya korban luka dan meninggal ini, Alfan menegaskan bahwa pihaknya melakukan penyelidikan lanjut. Saat ini, polisi telah menahan dua orang yang diduga sebagai provokator terkait pengeroyokan ini.

Sementara, warga Sumbersoko yang rumahnya jadi tempat parkir mobil, Aris, mengatakan bahwa mobil tersebut dia pinjam dari seorang teman.

“Terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu saya kerja, tidak di rumah. Istri dikabari warga, mobil dibawa kabur sama para pelaku,” ungkap Aris saat dikonfirmasi di kediamannya, Kamis (6/6/2024) malam.

Dia menyebut, siang saat kejadian, mobil yang dia pinjam dari seorang teman itu tengah terparkir di depan rumah. Sementara, kuncinya berada di dalam kamar.

“Mobilnya sudah dibawa pemilik aslinya. Itu bukan mobil saya. Saya cuma pinjam,” pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *