Selama 3 Pekan, Satresnarkoba Bekuk 5 Penjahat Sabu

oleh -332 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Selama 3 pekan sejak tanggal 1 sampai dengan 20 Agustus 2019 jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Rembang berhasil membekuk sebanyak 5 orang penjahat sabu-sabu. Hal tersebut terungkap dalam rilis di halaman Mapolres Rembang Senin 26 Agustus 2019.

Dalam keterangan Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso yang didampingi Kasatresnarkoba Iptu M. Edi Sismato beserta jajarannya, Senin (26/8) pagi di Mapolres Rembang, para penjahat sabu tersebut diamankan dalam Operasi Anti Narkotika dan Obat Terlarang (Antik) tahun 2019.

Di mana operasi itu digelar selama 20 hari, sejak 1 sampai dengan 20 Agustus 2019 beberapa hari lalu. Adapun kelima tersangka sabu itu yakni masing-masing berinisial MZ (23) warga Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, AH (46) warga Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, HS (35) warga Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, KH (37) dan BNH (26) warga Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang. 

Kemudian, dari tangan tersangka, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti dengan total 3 gram sabu-sabu.

Dari rilis itu, pihak kepolisian mengungkapkan jika modus operandi para tersangka ini mengambil barang haram tersebut di suatu tempat yang memang sudah disiasati supaya tidak diketahui oleh aparat. 

Namun sayangnya, hal itu semua dapat diendus oleh Satresnarkoba dengan ketajaman dan kesigapannya saat menjalankan tugasnya. 

“Modusnya yakni pembeli dengan penjual tidak bertemu langsung saat bertransaksi. Namun barang itu akan diletakan di suatu tempat dengan ciri tertentu atau tanda tertentu. Setelah barang didapat oleh pembeli, maka barulah uang ditransfer melalui bank,”ungkap dia.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa para pembeli dan penjual pun tak saling kenal. Dan satunya lagi, saat bertransaksi untuk meletakan barang haram pun diacak lokasinya. 

“Jaringan narkoba ini sangat tertutup. Antara pengedar dan pembeli tidak saling mengetahui orangnya. Tahunya paling lewat telefon. Ambil barang, nggak ketemu di kafe. Tapi ditaruh di tempat secara acak, “ bebernya.

Kemudian, pihak kepolisian pun mengingatkan siapa saja yang terkena kasus Narkoba, ancaman pasalnya cukup berat. Hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, sedangkan dendanya minimal Rp 1 Milyar dan maksimal 10 Milyar.

Sementara itu, salah seorang tersangka, AH, warga di Kecamatan Sedan – Rembang mengaku yang sehari-harinya sebagai petani mengutarakan jika memakai barang haram ini bisa kuat begadang.

“Saya makai sudah tiga kali pak. Teman untuk lek-lekan (begadang) kalau malam, “ kata AH menjawab singkat saat diinterogasi polisi.

Pengakuan AH, seorang petani dari Kecamatan Sedan, Rembang ini dianggap ironis oleh aparat kepolisian. Mengingat harga sabu-sabu sangatlah mahal. Setiap gram dibanderol antara Rp 1.400.000 – 1.600.000. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *