Sebanyak 50 Relawan PMI Dapatkan Pelatihan

oleh -324 views

Seputarmuria.com, PATI – Menjadi seorang relawan merupakan sebuah panggilan hati, tidak muncul begitu saja. Sebab menjadi relawan bukanlah mencari keuntungan namun mendapatkan pahala semata.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Pati Haryanto yang sekaligus ketua PMI Kabupaten Pati saat memberikan pengarahan dalam kegiatan pendidikan dasar KSR markas unit PMI Kabupaten Pati yang berlokasi di Agro Wisata Jollong, Jumat (20/9/2019).

“Sebab yang kita tangani dan hadapi ialah orang – orang yang mendapat kesusahan. Ada yang tertimpa musibah kebakaran, ada yang terkena musibah banjir, puting beliung dan seterusnya. Jadi kalau jiwa tidak terpanggil untuk kepentingan sosial, maka tidak bisa menangani semua itu”, ujarnya.

Menurut Haryanto, hanya orang – orang berjiwa sosial lah yang mau dan berniat untuk bergabung di KSR. Selain berjiwa sosial, juga rela tidak mendapat upah. Setidaknya dalam kegiatan ini terlebih dahulu mengetahui cara penanganan pertama.

“Selama ini alhamdulillah kita sudah terbantu dengan adanya relawan. Sebab, tanpa adanya relawan, mungkin kita tidak bisa maksimal dalam membantu masyarakat. Karena itu pula sampai saat ini kita masih terus dipercaya oleh masyarakat”, paparnya.

Masyarakat itu, lanjut Haryanto sekali minta bantuan, sekarang minta dan saat itu pula harus dipenuhi. Namun terkadang, Haryanto merasa bahwa aktif di PMI tergolong susah juga. Sebab, disaat hujan, masyarakat pasti mengeluh terkait banjir. Sedangkan saat ini mengeluh karena kekurangan air bersih.

“Oleh karena itu, dalam pendidikan dasar ini, akan dilatih tentang penanganan kebencanaan. Semoga dapat diikuti. Yang suka dengan kepramukaan, suka organisasi pasti tidak ada masalah dengan hal seperti ini. Sebab, yang tergabung menjadi relawan ini ialah yang awalnya menyukai organisasi”, pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PMI Kabupaten Pati divisi SDM, Amran Hirmawan mengatakan bahwa para relawan yang menjadi peserta dalam pendidikan dasar ini berjumlah 50 yang terdiri dari laki – laki 32 dan perempuan sebanyak 18 orang. Serta, para relawan berasal dari latar belakang yang berbeda – beda. Mulai dari siswa SMA / sederajat, pegawai swasta, guru honorer mahasiswa dan lain – lain.

“Tujuannya ialah mencari calon KSR serta membangun jiwa – jiwa peduli kemanusiaan dan tanggap bencana. Dengan demikian, dapat membantu meringankan beban penderitaan oran lain yang tertimpa bencana”, ujarnya.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mulai Jumat 20 September hingga Minggu 22 September ialah, prinsip dasar kepalangmerahan, pertolongan pertama, evakuasi, PKDD, ambulance, wash, dapur umum, perawatan kedaruratan medis di rumah, semulasi penanganan bencana. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *