Santri Dipalak Oknum Bonek di Atas Truk Hingga Patah Tulang

oleh -342 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Belasan oknum Bonek yang mengaku dari salah satu suporter tim sepak bola di Jawa Timur diduga melakukan aksi pemalakan kepada santri di wilayah Desa Jatisari Kecamatan Sluke atau Sebelah barat SPBU Jatisari Senin (4/11/2019) kemarin siang sekitar pukul 12.30 WIB.

Semula kedua santri yang diduga menjadi korban pemalakan tersebut pulang dengan menumpang truk tronton setelah dari pesantren Al Anwar Sarang untuk membeli kitab. Mereka harus kembali dengan tangan kosong lantaran tokonya tutup.

Setibanya di wilayah Jalan Raya Pantura masuk wilayah Kecamatan Kragan, tronton dengan nomor polisi B 9927 VO yang di tumpangi oleh korban dicegat dan diberhentikan secara paksa dengan cara dihadang di tengah jalan oleh sekelompok anak Bonex dari Surabaya.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, sebanyak 16 orang itu diperkirakan masih berusia remaja melakukan aksinya tersebut di atas truk tronton yang mereka tumpangi secara bergerombol. 

Santri yang menjadi korban adalah SA (16), dan MR (16). Keduanya merupakan salah satu santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kayen – Pati yang berasal dari Desa Siwalan Kecamatan Rosari Kabupaten Kendal.

Sedangkan terduga pelaku ialah Mahrus (22), dan RSG (16), mereka warga Desa Mojosarirejo Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik.

Setelah ada insiden itu, kedua santri melompat dari kendaraan yang berjalan. Akibatnya, korban mengalami luka patah tulang dan luka di kepala. Tas berisi kitab dan uang tunai senilai Rp 170 ribu raib diduga diambil kedua pelaku.

Kapolsek Sluke Iptu Sunandar mengatakan, 16 orang tersebut mengaku mereka akan mendukung laga tim sepakbola melawan PS Tira Persikabo di stadion Pakan Sari Bogor pada tanggal 9 November 2019.

“Mereka memang suporter Bonex mau nonton pertandingan di Bogor. Mereka numpang truk, untuk nonton tim kesayangannya asal Surabaya itu,” jelasnya.

Keenam belas remaja tersebut sudah diamankan di Mapolres Rembang. Dua terduga pelaku pemalakan sudah menjalani pemeriksaan. Rencananya mereka akan tetap diproses hukum.

Sedangkan kedua santri yang meloncat dari truk tronton yang berjalan menjalani perawatan di Puskesmas dan akan dirujuk ke RSUD. Sedangkan santri yang selamat masih diperiksa polisi. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *