Sampaikan Tuntutan, Mahasiswa Pergerakan Datangi DPRD Pati

oleh -200 views

Seputarmuria.com, PATI – Puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pati mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Selasa (17/9/2019).

Aksi dimulai dengan berorasi mengelilingi Alun – alun Pati dan berhenti di depan kantor DPRD Pati. Bukan tanpa tujuan, mereka berangkat untuk menyampaikan berbagi tuntutan.

Untuk diketahui, puluhan anggota PMII tersebut melakukan orasi didepan gedung DPRD sembari melakukan teatrikal. Massa sempat adu tegang dengan aparat kepolisian saat memaksa masuk gedung dewan tersebut. Usai di ijinkan masuk, perwakilan mahasiswa itu menyampaikan empat tuntutan.

“Kami meminta kepada semua pihak baik eksekutif, legislatif, dan Yudikatif ditingkat pusat untuk menyelesaikan polemik rencanarencana revisi undang-undang KPK nomor 30 tahun 2002″, imbuhnya.

Ia berujar, sudah 74 tahun negara kesatuan republik Indonesia merdeka namun permasalahan pada bangsa ini seakan tidak pernah ada habisnya.

“Mulai persoalan pemindahan ibu kota yang sampai saat ini menuai banyak polemik, rasisme hingga menimbulkan kerusuhan, pencabutan subsidi listrik hingga upaya pelemahan KPK melalui revisi undang-undang KPK,” jelas Shoimul Mubarok, ketua cabang PMII Pati.

Mahasiswa pergerakan itu pun meminta kepada DPRD Kabupaten Pati dapat menyempaikan aspirasi mereka kepada DPR RI guna meninjau dan menimbang kembali keputusan pencabutan subsidi listrik 900 VA kategori miskin.

Tak hanya itu, PMII cabang Pati juga meminta kepada DPRD Pati mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Upaya pelemahan KPK yang datang dari inisiatif DPR RI dengan merevisi undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang komisi pemberantasan korupsi, banyak pasal-pasal yang justru melemahkan KPK. Mulai dari kewenangan yang dibatasi hingga ancaman independensi KPK,” tegasnya.

Selain itu, sekelompok mahasiswa PMII tersebut juga meminta DPRD kabupaten Pati tidak mementingkan partai dan kelompoknya sendiri dalam menjalankan tugas serta fungsinya.


Menanggapi hal itu, perwakilan dari DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo  yang menemui perwakilan mahasiswa menyampaikan jika pihaknya tidak alergi untuk diberikan masukan dan kritikan. 
 
Ia mengatakan bahwa mereka boleh saja datang ke DPRD. Namun saat ini yang ada masih pimpinan sementara, belum ketua DPRD definitif.

“Kami berharap teman-teman mengetahui posisi itu. Kami juga siap mendukung Kegiatan mahasiswa. Kaitan fakta integritas, akan kami sampaikan kepada pimpinan sementara,” tuturnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *