Safin Menyebut, Banyaknya Pelaku Usaha Kopi di Pati Perlu Dikembangkan

oleh -500 views

Seputarmuria.com, PATI – Di lereng Pegunungan Muria, merupakan daerah penghasil kopi, yaitu di Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Diantaranya sekian brand yang ada, kopi Jollong dan kopi Kenji. Meskipun banyak brand – brand lokal lain yang sebenarnya telah di produksi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin ketika menanggapi perkembangan kopi di Kabupaten Pati. Ia ingin masyarakat mengetahui bahwa di Kabupaten Pati, setiap tahunnya mampu memproduksi kopi sebesar 1.500 juta ton / 1,5 juta kilogram.

“Dengan potensi yang besar ini, tak heran apabila banyak pemuda di Pati yang saat ini membuka usaha kopi. Inilah yang sebenarnya perlu kita tingkatkan lagi”, ujar Safin kemarin.

Menurut Safin, hal tersebut merupakan salah satu ekonomi kreatif yang perlu dikembangkan. Ia sangat mengapresiasi atas semangat dan inovasi dari para pemuda tersebut dalam menggali dan memajukan kopi asal Pati.

“Terus semangat, selalu berinovasi dan tak henti mencari pasar untuk mengembangkan produknya itu hal – hal yang paling penting. Dan selain itu, semua pelaku usaha kopi dapat mengembangkan potensi kopi yang ada di daerahnya masing – masing”, tegasnya.

Sementara itu, Kenji sebagai petani, pengepul serta pengusaha kopi ini mempunyai sejumlah brand kopi, yaitu Pondok Kopi (Poktan / kelompok tani), Arabika Unggul Wulung, Kenji, Kenji Arabica dan Robusta, Vamelo (Karang Taruna, dari pemuda di kampung yang berpartisipasi untuk membuat produk kopi).

Ia mengaku, untuk kapasitas produksi, terbagi menjadi bebarapa jenis, yaitu Robusta per bulan mencapai 2 – 3 kuintal, Arabica 1,5 kuintal, Kopi Vamelo 0,5 kuintal, Pondok Kopi 1 kuintal, Unggul Wulung 1,5 kuintal. Apabila di total, rata – rata per bulan lebih dari 6 kuintal.

“Kami juga pernah ikut pameran di Alun – alun Jepara. Bahkan tahun lalu, satu hari dua malam omzet yang didapat mencapai 8,5 juta. Itu baru 1 event yang digelar oleh Disperindag Provinsi”, ungkapnya.

Ia merasa, memang ada kendala dalam mengenalkan kopi Pati. Kendala mempromosikan kopi. Ia berharap, kalau bisa, bagaimana produk nya bisa masuk toko modern. Apabila dilihat ,saat ini ada ratusan Indomaret di Pati. Bila per hari saja bisa laku 1 produk, maka hasilnya pun lumayan.

Demi mengembangkan, lanjut Kenji, pihaknya juga membuka kopi, di Pati dan Jepara. Saudagar Kopi di Gedung Juang, Jollong, Jepara ada dua, di Desa Tempur dan Pantai Kartini.

“Selain berkomitmen harus menjaga kualitas, kami juga berharap adahya dukungan dari pemerintah untuk mengenalkan produk kopi kami, bagaimana agar bisa masuk toko modern, serta bagaimana pemerintah memfasilitasi agar ekspor lebih mudah, kemudian terkait perizinan dan lain sebagainya”, harapnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *