Safin Ingin, Pati Jadi Sentra Budidaya Nila Salin

oleh -658 views

Seputarmuria.com, PATI – Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dalam kesempatannya berkunjung sekaligus musyawarah bersama dengan para petani ikan nila salin yang berlokasi di Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, Kamis (13/6/2019).

Dalam diskusi santai tersebut, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan beserta jajarannya, juga turut serta para kelompok tani budidaya ikan nila salin dari lingkungan desa setempat.

Wabup Saiful Arifin (Safin) mengatakan bahwa saat ini, budidaya ikan nila salin merupakan potensi yang harus dapat dikembangkan dan dijalankan. Oleh karenanya, dalam diskusi tersebut, membahas segala macam hal dalam keberlangsungan budidaya ikan nila salin.

“Dalam budidaya, tentunya membutuhkan bibit yang sangat banyak. Oleh karena itu, dalam forum ini kita diskusi, bagaimana agar dapat mencukupi para kelompok tani tidak hanya dari desa setempat, namun juga di kabupaten Pati”, ujarnya.

Karena selama ini, lanjut Safin, dalam pembudidayaan masih di suplay dari daerah – daerah lain. Dan Pusat Perikanan Terpadu (Puskandu) Desa Dororejo ini, diharap dapat menjadi sentra dari budidaya ikan nila salin di Kabupaten Pati.

“Saya harap dengan adanya lokasi – lokasi dari Pemerintah Kabupaten Pati ini, sekaligus menjadi tempat untuk pembenihan. Itu yang harus segera dikerjakan. Serta kedepan, tidak perlu mengandalkan dari daerah lain, namun cukup dari lokal sini saja. Terlebih kita memiliki lahan seluas 700 an hektar”, paparnya.

Safin memaparkan, dengan adanya lahan tambak 700 an hektar tersebut, kebutuhan bibit pun tentunya sangat banyak. Terlebih, untuk mengubah budidaya ikan dari air tawar ke air payau, juga membutuhkan adaptasi yang tidak instan. Yang menjadi harapan, agar kedepan Dororejo dapat mengatasi hal tersebut, guna mempercepat progres pengembangan budidaya nila salin.

Salah satu pengurus kelompok tani, Bisri mengatakan bahwa yang menjadi hambatan selama ini memang mengubah habitat dari air tawar ke air payau. Apabila kedepan dapat menghasilkan bibit dari air payau, adaptasi lebih cepat, dan tingkat kematian ikan nila salin pun menjadi rendah.

“Terkait harga, di pasar lokal bisa mencapai Rp 24.000 per kilogramnya. Semoga apa yang menjadi hambatan tadi dapat segera teratasi”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *