Saat ini Bangsa Lain Telah Bergerak ke Luar Angkasa, Bangsa Indonesia Harus ke Galaksi Lain

oleh -5 views

Seputarmuria.com, REMBANG –  Ratusan peserta upacara terdiri dari TNI, Polri, OPD, Pelajar, dan Mahasiswa mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka peringatan HUT Republik Indonesia ke-74. 

Upacara 17 Agustus yang bertajuk SDM Unggul, Indonesia Maju itu digelar di alun-alun Kota Rembang, Sabtu (17/8).

Bupati Rembang Abdul Hafidz bertindak sebagai inspektur upacara saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah.

“Sejak dilahirkan Indonesia mendapat berbagai tantangan dan persoalan berat, mulai dari seringnya bencana alam, korupsi, konflik sosial, gerakan separatisme dan radikalisme. Belum lagi tantangan modernisasi yang bergerak seiring dentang jam,”kata dia mengawali pembacaan sambutan Ganjanr Pranowo.

Oleh karena itu jangan ada lagi niatan untuk mengganti ideologi bangsa. Jangan lagi ada pembeda antara suku, ras, dan budaya. 

“Karena pandangan kita saat ini harus jauh ke depan. Gold generation harus benar-benar tercipta di tahun 2040, 20 tahun lagi. Mulai sekarang segala daya upaya, tenaga dan pikiran, jiwa dan raga harus dikerahkan untuk masa depan cemerlang anak-anak bangsa,”serunya dalam pembacaan sambutan itu

Kemudian, ia juga mengutarakan dalam sambuatan itu yakni anak-anak bangsa harus jadi arus besar 

perubahan yang meluncur ke Utara, hingga ke seluruh bagian di penjuru dunia. 

“Inilah saatnya untuk kirim arus balik, setelah sekian lama bangsa Indonesia diterpa berbagai kemajuan dari belahan bumi lain,”ucapnya.

“Bangsa Cina dan India telah bergerak 

menuju Bulan, bangsa Amerika telah bersiap membangun perumahan di Mars. Meski saat ini kita belum mampu, jangan biarkan anak-anak kita hanya jadi penonton atas keberhasilan bangsa lain. Kita siapkan mereka saat ini, kita bekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan semangat toleran, agar mereka juga bisa sampai ke Bulan, ke Mars, dan Galaksi lain,” kata Bupati Hafidz. 

Perayaan HUT mengandung semangat sinergi, kolaborasi, inspirasi dan semangat kerja tiada henti untuk membangun negeri. 

Oleh karenanya jangan sampai melempem berhadapan dengan bangsa lain, jangan lembek ketika ada yang mengejek. Semua hal itu akan mampu hadapi dengan satu senjata, kebersamaan. Persatuan Indonesia. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *