Ribuan Syekermania Gelar Halal Bi Halal di Kragan

oleh -1,613 views

Tampak Bupati Rembang dan Wabup hadir dalam halal bihalal syekhermania

Seputarmuria.com, REMBANG – Halal bi halal pencinta sholawat dari Syekhermania se Eks Pati memadati lapangan Desa Karang Harjo Kecamatan Rembang, Senin (1/7) malam.

Dalam acara yang bernuansa damai dan khusu’ yang dipimpin Habib Anis Syahab tersebut juga turut dihadiri kiai, ulama, kepala desa se Kragan Rembang bahkan ada Bupati dan Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz – Bayu Andrianto.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun ikut hadir dalam acara yang berbalut sholawat tersebut sampai larut malam.

Sebelum acara di mulai panitia acara Ainun Najib menyampaikan bahwa rasa hormat kepada kiai, habaib maupun tamu undangan lainnya.

“Yang kami hormati para masyayeh  para Kiai serta para tamu undangan juga masyarakat se Kecamatan  Kragan yang sudah hadir dalam acara halal bihalal ini,”sambut dia

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan bahwa kondisi di Rembang sangat kondusif. Baik menjelang tahun politik maupun setelahnya.

“Karena ini halal bihalal kami atas nama pribadi maupun atas nama pemerintah kabupaten Rembang meminta maaf lahir dan bathin. Alhamdulillah setelah selesai pemilihan umum  dikabupaten Rembang berjalan kondusif tidak ada gejolak apapun. Maka dari itu Pemilihan umum sudah selesai sekarang tidak ada lagi 01 maupun 02 yang ada sekarang kita kembali seperti biasa karena kita semua bersaudara,”katanya.

Tak mau ketinggalan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun ikut memberikan sambutan. Hanya saja, ia menekankan bahwa saat ini Indonesia harus dijaga dengan baik dan jangan sampai terpecah belah.

“Atas nama pribadi atas nama Gurbernur Jawa Tengah memohon maaf dan mengucapkan minal Aidin Walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin.Mencintai negara dengan ditunjukkan seperti inilah namanya islam rahmatan alamin,”ujarnya.

Di sisi lain, ia juga mengutarakan bahwa perbedaan pendapat saat ini sudah selesai. Dan iapun meminta kepada kalangan masyaramat supaya tak memkai lagimstilah sebutan yang negatif bagi pendukung calon presiden dan wakil presiden yang telah berkontestasi pada pemilu bulan April 2019 lalu.

“Perbedaan pendapat sudah selesai tidak ada lagi antara Kecebong dan Kampret,yang ada hanyalah Indonesia. Sekarang ini yg berbahaya bukan dari mulut kita tetapi jari tangan kita yg bisa menimbulkan permasalahan dengan sembarang mengirim berita di medsos entah itu berita baik maupun berita hoaks,”pungkas dia. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *