Rekor MURI Iringi Peresmian Wajah Baru Alun – Alun Pati

oleh -378 views

Seputarmuria.com, PATI – Sabtu (30/11/2019), ribuan masyarakat memenuhi Alun – alun Pati yang kini memiliki wajah baru usai dilakukan revitalisasi dengan menghabiskan waktu beberapa bulan.

Tak hanya itu, kerumunan masyarakat itu juga untuk menyaksikan peresmian Alun – alun serta pemecahan rekor MURI yaitu meminum kopi organik sebanyak 15.000 peserta.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, rangkaian acara ini menandai diresmikannya wajah baru Alun-Alun Pati yang penggunaannya untuk ruang terbuka hijau.

“Jadi digunakan untuk kegiatan masyarakat. Bisa untuk rekreasi, olahraga, berinteraksi secara formal maupun nonformal, sekaligus sebagai paru-paru perkotaan. Supaya masyarakat bisa menghirup udara yang sehat,” ungkapnya.

Usai memberikan sambutan, Bupati Pati bersama dengan Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda dan anggota DPR RI Imam Suroso bersama – sama menekan tombol sebagai tanda bahwa wajah baru Alun – alun resmi dibuka dan dapat dinikmati oleh masyarakat.

Tak hanya minum kopi, para peserta ini juga membawa ekobrik (ecobrick) yang nantinya akan dimanfaatkan untuk membangun pos jaga di TPA dan Kecamatan Juwana.

Demi memeriahkan rangkaian acara peresmian ini, juga diisi dengan pertunjukan tari kolosal yang diikuti kurang lebih 900 pelajar mulai jenjang SD, SMP, dan SMA. Ratusan pelajar ini dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masingnya menampilkan tarian khas daerah yang berbeda-beda.

Menurut Haryanto, penetapan Alun-Alun Pati sebagai ruang terbuka hijau sesuai dengan tuntutan UU nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Ia menyebut, UU tersebut mengamanatkan agar di daerah-daerah perkotaan, 20-30 persen wilayahnya dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau.

Haryanto mengajak masyarakat agar bersama-sama dapat menjaga, merawat keindahan dan kebersihan Alun-Alun Pati sebagai aset daerah.

“Sebab revitalisasi alun-alun ini menggunakan dana dari rakyat dan dikembalikan untuk kepentingan rakyat. Saya harap bisa dijaga bersama,” imbaunya.

Sedangkan untuk pemecahan rekor MURI melalui kegiatan minum kopi, Haryanto menjelaskan, ini sekaligus merupakan upaya promosi daerah.

“Di Pati ada 2.200 hektar lahan kopi. Selain itu ada 90 merek produk kopi. Ini potensi daerah yang perlu dipromosikan,” ungkapnya.

Bagi Haryanto, kegiatan ini sebagai sarana menyebarluaskan bahwa kopi juga merupakan produk unggulan Kabupaten Pati. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *