Razia Kos – Kosan dan Lakukan Tes Kesehatan, Tim Gabungan Dapati Sejumlah Pasangan Tak Resmi

oleh -311 views

Seputarmuria.com, PATI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati melakukan razia di sejumlah kos-kosan di wilayah Kecamatan Pati, Kamis (30/11/2023).

Adapun razia rutin tersebut dilaksanakan juga dalam rangka menjelang Hari HIV/Aids pada 1 Desember 2023. Dari razia di sejumlah kos tersebut, terjaring lima pasangan ilegal alias non suami istri terjaring.

Razia yang menyasar empat kos-kosan di wilayah Pati Kota tersebut juga dibarengi dengan tes kesehatan dan tes HIV/Aids untuk para penghuni kos.

Kepala Satpol PP Pati Sugiyono mengungkapkan bahwa razia ini menjadi langkah pencegahan. Menurutnya, pasca pembongkaran tempat prostitusi Lorok Indah atau yang lebih dikenal LI, potensi penyebaran HIV semakin luas.

“Tak terkecuali di kos-kosan. Jadi kami antisipasi di situ,” ungkap Sugiyono.

Usai pemeriksaan HIV/AIDS di tempat, lanjut Sugiyono razia yang dilakukan juga untuk penegakan Perda pariwisata. Terutama terkait penyalahgunaan izin kos-kosan yang ada di Kabupaten Pati.

“Berdasarkan hasil razia sejumlah kos tersebut, ada 25 orang dites HIV/Aids dan lima pasangan diketahui bukan suami istri,” ujar Plh Kasi Penindakan Satpol PP Pati Yuningtyas Kartikawati menambahkan.

Sebanyak lima pasangan tak resmi yang terjaring hanya diperingatkan untuk tidak mengulangi perbuatan mereka. Bila kembali terjaring razia, pihaknya bakal memberikan sanksi yang lebih tegas.

Razia semacam ini rutin digelar. Ia mengungkapkan, tujuan razia ini untuk melacak orang-orang yang terindikasi HIV/Aids. Mengingat Angka HIV/Aids di Kabupaten Pati tergolong tinggi.

Sementara, Ketua Tim Kerja Program HIV Dinkes Pati Ninik Trisnawati menyebut, dari hasil tes, kesemuanya non reaktif. Oleh Karen itu, pihaknya pun terus menggencarkan tes HIV/Aids agar penyakit ini terdeteksi dan tidak menyebar.

”Sebenarnya, kami tidak spesifik di kos-kosan. Tempat-tempat yang disinyalir terdapat potensi penularan HIV/Aids kita screening. Kita pilah mana yang positif dan mana yang negatif,” imbuhnya.

Ninik menegaskan, bila menemukan penderita penyakit menular, pihaknya siap mengobati agar hidupnya lebih sehat dan tidak menularkan ke orang lainnya.

”Setahun full kami rutin melakukan kegiatan ini. Selain di kos-kosan, tapi juga tempat-tempat seperti karaoke kita sisir,” pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *