Rakorpok Terakhir, Bupati Ingatkan Capaian Target Kegiatan

oleh -290 views

Seputarmuria.com, PATI – Rapat koordinasi pengendalian operasional kegiatan (Rakorpok) triwulan IV sampai dengan bulan November 2019 digelar di ruang Pragolo Setda Pati, Selasa (10/12/2019).

Mengawali kegiatan tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Pati, Pujo Winarno dalam laporannya menyampaikan bahwa anggaran belanja sesuai dengan Perda Kabupaten Pati nomer 6 tahun 2019 secara keseluruhan sebesar 3 Triliun 63 Milyar 822 juta 831 ribu rupiah.

“Jumlah tersebut terdiri dari belanja tidak langsung sebesar 1 Triliun 938 Milyar 287 juta 123 ribu rupiah. Belanja langsung sebesar 1 Triliun 125 Milyar 535 juta 708 ribu rupiah”, paparnya.

Belanja langsung APBD Kabupaten Pati 2019 ini diantaranya berasal dari DAK, bahwa di tahun 2019 ini mendapat DAK sebesar 164 Milyar 620 juta 453 ribu rupiah.

“Untuk bantuan keuangan dari provinsi untuk Kabupaten Pati sebesar 66 juta 735 ribu rupiah dan bantuan infrastruktur 36 milyar 798 ribu 657 rupiah”, imbuhnya.

Pujo menyebut, perkembangan fisik kegiatan hingga triwulan IV ini, seluruh kegiatan jumlahnya 2.352 kegiatan. Dengan kondisi 0-25% sebanyak 182 kegiatan. 26-50% sebanyak 141 kegiatan, 51-80% sebanyak 519 kegiatan dan 81-100% sebanyak 1.507 kegiatan.

Sementara itu, dalam memberikan arahannya, Bupati Pati Haryanto menyampaikan kepada para OPD dan camat yang hadir, bagi yang masih memiliki kegiatan fisik terkait infrastruktur agar diperhatikan mengingat jelang akhir tahun.

“Kita harus punya sistem maupun mekanisme untuk bisa lebih mempercepat realisasi pelaksanaan kegiatan fisik yang ada”, ujarnya.

Hal ini lantaran, Bupati menyebut bahwa berhubungan dengan desa yang kaitannya dengan kegiatan fisik, itu tidaklah mudah.

“Untuk kepala DPUTR, karena akhir tahun tinggal beberapa hari lagi, baik yang bantuan keuangan, kegiatan fisik, konstruksi maupun non kontruksi agar segera dituntaskan”, imbaunya.

Bupati menegaskan, dengan terus dipacu, maka serapan anggaran yang persentasiny masih dibawah 80% dapat ditingkatkan. Semua ini agar apa yang telah menjadi perencanan dan realisasinya seimbang.

“Jadi memang semuanya tertumpu di akhir tahun. Kalau kemarin itu kan kita tidak sampai 100%, tapi 92%. Sedangkan tahun ini, apabila dilihat dari rata – rata yang belum mencapai 90%, apa yang direncanakan sesuai dengan realisasinya saja sudah bagus”, ucapnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *