Puncak Acara Hari Santri Ditutup dengan Shalat Minta Hujan

oleh -355 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Kegiatan perayaan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Jawa Tengah tahun 2019 ini yang digelar di Rembang berjalan lancar.

Dalam perayaan itu berbagai santri di Rembang dan instansi terkait mengikuti apel santri dan ditutup dengan pelaksanaan shalat istisqa atau meminta hujan di alun alun Rembang, Selasa (23/10) siang.

Apel tersebut dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan mengenakan setelan ala santri jawa kuno. Yakni mengenakan blangkon warna hitam, berbaju lurik lengkap dengan sarung bermotif batik.

Sementara para pejabat lainnya, wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Bupati Rembang Abdul Hafidz dan wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto, mengenakan peci hitan dan kemeja koko warna putih.

Saat memimpin apel, Ganjar bercerita tentang perjuangan para santri di Indonesia yang ikut serta dalam momen merebut kemerdekaan. Tak sampai di situ saja, ia juga membeberkan sejumlah hal. Yakni dari kalangan santri pun ada yang pernah menduduki kursi presiden untuk memimpin negeri.

“Tentu dada kita masih berdebar sangat kuat mengenang pekik takbir para kiai yang menggerakkan para santri di medan pertempuran. Keringat, darah, air mata, asa dan nyawa dari para santri tercecer di bumi nusantara. Namun begitu santri tidak hilang daya, saat peletakan dasar negara santri mengambil peran penting,” kata Ganjar.

Di sisi lain, Ganjar juga mengutarakan bahwa, santri juga memiliki peran penting dalam jalannya negara Indonesia. Di istana, saat ini menjabat sebagai wakil Presiden seorang kiai yang juga merupakan santri. Pun di Jawa Tengah, wakil Gubermur juga seorang santri.

“Sebelumnya Gus Dur duduk dengan tenang memimpin jalannya negeri ini. Kemudian saat ini siapa yang tidak kenal wakil Presiden, seorang kiai. Setahun sebelumnya, lebih dulu Jawa Tengah, wakil Gubernur kita Gus Yasin seorang kiai,” terangnya.

Pada momen perayaan hari santri nasional (HSN) ke 5 tahun 2019 ini, Ganjar menyebut ada kado yang dihadiahkan dari Pemerintah kepada para santri. Yakni pengesahan Undang-undang pesantren yang dinilai turut mendukung keberadaan Pondok Pesantren.

“Ada kado yang menarik sebenarnya pada hari santri ini. Adalah undang undang pesantren. Dimana sekarang pesantren punya akses pada kebijakan publik, termasuk anggaran. Penyetaraannya sudah bisa disamakan dengan sekolah umum. Tentu ini kado yang indah buat para santri di hari santri ke 5 ini,” papar Ganjar.

Apel diakhiri dengan pelaksanaan shalat Istiqa oleh para tamu apel yang hadir. Dipimpin oleh imam KH Ahmad Zamroni selaku pengasuh Pondok Pesantren Padaran, Rembang.

“Shalat ini kita gelar sebagai upaya kita berharap agar wilayah Jawa Tengah segera turun hujan. Memang musim kemarau saat ini lebih panjang dibandingkan dengan musim kemarau tahun lalu. Sehingga harapan kami agar ini segera turun hujan,” terang Ganjar. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *