Puluhan Warga Krikilan Unjuk Rasa Perihal Pembangunan Stasiun Gas di Jatihadi

oleh -518 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Sekitar 70an warga Desa Krikilan berunjuk rasa di depan kantor Kecamatan Sumber, Senin (23/12/2019) siang.

Aksi mereka tentunya membuat warga di sekitar kantor Kecamatan heboh. Mengingat di kantor itu ada kegiatan Bupati, Wakil Bupati dan Jajarannya.

Dari aksi itu, terdengar para warga menyuarakan permintaan supaya pembangunan stasiun gas bisa dibangun di Krikilan sendiri. Sebab di desa tersebut terdapat sumur gas.

Salah satu aktor unjuk rasa Sadiman menyerukan supaya nantinya pihak pemerintah bisa membangun stasiun gas di Desa Krikilan ini.

“Gas (sumur) yang ada di Krikilan harus diolah di Krikilan sendiri. Tanah (tempat pengolahan gas) sudah disediakan,”kata Sadiman.

Kemudian, pria yang akrab disapa Kacus ini juga meminta kepada pihak terkait untuk bisa memenuhi warga Krikilan tersebut.

“Belum ada sosialisasi kepada warga Krikilan, kok sudah membeli tanah (tempat pengolahan gas) di Desa Jatihadi,”ucap dia menjelaskan.

“Tanah itu (yang ada di Krikilan) sekitar kepunyaan 10 orang. Namun ini baru kita ajukan supaya bisa dibeli (pihak terkait),”sambungnya.

Sementara itu, Kepala Desa Krikilan Kecamatan Sumber Sukirno membenarkan jika sampai saat ini belum ada sosialisasi terhadap masyarakat umum terkait hal itu.

“Selama ini pihak BUMD (perusahaan yang menangani proyek gas / PT. RME) belum ada sosialisasi kepada desa,”kata Sukirno saat diwawancarai wartawan di depan kantor Kecamatan Sumber, Senin (23/12/2019) siang.

Kemudian saat ditanya perusahaan lainnya yang menangani proyek Migas di Krikilan, Sukirno menjelaskan jika dari pihak pertamina tak ada permasalahan.

“Dari PHE (Pertamina Hulu Energi) tak ada masalah. Cuma warga Krikilan Depo gas harus ada di Krikilan Sendiri. Selain itu, sudah lama sekali warga Krikilan merasakan kebisingan, panas. Tapi tahu-tahu pihak BUMD malahan melontarkan surat untuk penanaman pipa (gas). Masyarakat ya kaget, kenapa belum ada sosialisasi kok sudah ada penanaman pipa? Tapi tadi sih Pak Bupati bilang dari pihak BUMD maupun Pertamina itu belum ada surat / izin,”ucap dia.

“Kita juga sudah siap tanah. Tapi kenapa kok deponya ditaruh di Desa Jatihadi. Tinggal pilih asa tanah yang di dekat pasar ya ada. Intinya kita meminta depo di Krikilan saja,”pintanya. 

Dari informasinya, Dari informasinya, dalam proyek itu, terdapat empat unit perusahaan yang bertanggung jawab. Di antaranya yakni PT. Rembang Migas Energi (RME) selaku BUMD Rembang, PT. Pertamina Hulu Energi (PHE), dan pelaksana langsung proyek PT. Bahtera Andalan Gas (BAG)  dan PT. Super Energi. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *