Puluhan Pemuda Lintas Agama Berembug Terkait Keharmonisan Hubungan di Rembang

oleh -333 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Puluhan pemuda lintas agama menggelar dialog antar umat beragama di Gereja Santo Petrus dan Paulus Rembang. Kegiatan yang berjalan sejuk serta berlandaskan persaudaraan tersebut digelar di komplek gereja, Minggu (8/12/2019) siang.

Tak hanya itu, pemuda dari berbagai latar belakang yang hadir yakni perwakilan gereja, IPNU, Ansor, serta pondok pesantren. 

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh beberapa pembicara. Di antaranya adalah Wabup Bayu Andriyanto pembina Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Romo Sony serta KH Shalehudin Lasem.

Ringo salah seorang panitia kegiatan mengungkapkan, tujuan utama dialog adalah untuk mempererat hubungan pemuda-pemudi antarumat beragama di Rembang.

“Biasanya dialog antarumat beragama dilakukan atau diikuti oleh tokoh atas. Namun sekarang kami ingin menyasar pemuda dan lainnya,”kata dia.

Dengan adanya kegiatan itu, ia juga mengharapkan nantinya di Rembang ini bisa memberikan kesejukan bagi seluruh warga beragama. 

“Harapannya, Rembang menjadi rumah toleransi antarpemuda agama. Siapa pun bisa tinggal aman dan nyaman di Rembang,” terang dia. 

Romo Fransiskus Sony yang membuka dialog mengatakan, ada dua hal yang membuat acara berlangsung menarik. 

“Pertama lantaran pesertanya merupakan pemuda antarumat beragama. Kedua, temanya merupakan dialog antarumat beragama,”ucapnya.

Pihaknya menilai, agama di dunia ini menuntun umatnya untuk cinta terhadap sesama. Di sisi lain, belakangan agama kerap dijadikan senjata untuk kepentingan ekonomi atau politis. Sehingga, dialog pemuda antarumat beragama perlu untuk merespons dinamika tersebut.

Sementara itu, Ketua IPNU Kabupaten Rembang, Kurniawan mengakui, acara dialog semacam ini merupakan hal positif. 

“Pemuda sebagai agen perubahan harus disuguhi pengetahuan tentang toleransi. Hal itu sebagai upaya untuk mencegah gesekan pemuda antarumat beragama di masa mendatang. Toleransi perlu disosialisasikan bukan hanya melalui organisasi, tetapi juga harus langsung menyentuh ke lini masyarakat,” tandasnya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *