Pinjam Mobil Camat untuk Diotak-atik, Siswa di Sedan ini Kantongi Juara I LKS Jateng

oleh -287 views

Seputarmuria.com, REMBANG – Tidak menyangka memang, sebab Ananda Miftahul Nuril siswa kelas XII jurusan Tekhnik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK N 1 Sedan ini bisa kantongi tiket untuk melaju ke tingkat nasional.

Pasalnya, siswa tersebut meminjam mobil dinas Camat Sedan jenis Mitsubishi Xpander untuk diotak atik saat Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat provinsi berlangsung.

Al hasil dari mobil pinjaman itulah ia berhasil menyingkirkan ke 34 peserta Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Jawa Tengah di bidang otomotif lebih tepatnya di Gor Satria Purwokerta pada 26 hingga 29 Oktober lalu.

Saat diwawancarai media, salah satu guru SMK N 1 Sedan Muhammad Khozin mengungkapkan untuk Tekhnik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) ini digelar untuk. Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan yang digelar setiap tahunnya itu diprakarsai oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

“Untuk pelaksanaannya itu bertingkat. Jika di Kabupaten sudah menjadi terbaik, maka melaju hingga Provinsi. Dan Al Hamdulillah kita bisa meraih itu,”bebernya.

Kemudian, saat ditanya materi lomba, Khozin membeberkan jika dalam pelaksaan lomba itu ada 5 item yang harus dikerjakan siswa.

“Kegiatan bergengsi antar sekolah dan pelajar itu terdiri dari 5 item. Yakni tun up dengan medianya Daihatsu Terios 2018, Kelistriakan Mitsubishi Xpander, Sistem rem Suzuki Ertiga,  Overhaul mesin Terios szve 2008 dan Tranmisi matic Ayla,”urainya.

Dari kelima item itu, Ananda Mifathul Nuril si murid SMK N 1 Sedan itu bisa memuncaki penilaian. Sehingga pihaknya pun berhak meraih juara pertama.

“Dari 5 item itu, kita unggul di sistem Rem, kita dapat nilai 1.000. Sedangkan untuk di 4 item lainnya kita dapat nilai 900. Al Hamdulillah dari 35 peserta se Jateng, kita bisa raih juara 1,”paparnya.

Sementara itu, ia juga mengakui bahwa saat ini masih mempunyai kendala. Salah satunya yakni terkait fasilitas yang ada. Seperti halnya mobil untuk praktik.

“Media (mobil praktik Xpander) kita tak punya, sehingga kita pinjam pak camat Sedan. Karena kebutulan mobil dinasnya Xpander. Sementara pak camat tidak bawa Xpander saat ngantor di kecamatan. Dan kita ganti mobil seadanya yang ada di sekolah untuk dibuat ngantor pak camat,”akunya.

“Al Hamdulillah di tingkat kabupaten kita sudah mengikuti LKS sebanyak 10 kali, dan 8 kali maju mewakili di Provinsi. Untuk di Provinsi juara 2 di tahun 2013, dan juga bisa 10 besar. Itu juga berkat kerjasama dengan jajaran yang ada, baik pemda dan lainnya,”sambungnya.

Di sisi lain, ia juga berharap nantinya fasilitas praktik dapat dimaksimalkan kembali. Mengingat jumlah siswa harus seimbang dengan fasilitas yang ada.

“Memang ada yang kurang. Jika itu bisa ditambah (mobil praktik), maka akan bisa seimbang dengan jumlah siswa yang ada di sini.¬†Harapannya tetap harus bisa mengedepankan otomotif. Mengingat saat ini sudah masuk era revolusi indutri. 4.0. Sehingga kita harus dekat dengan industri. Dan tentunya supaya para siswa iswa tak terlalu tertinggal terkait dunia industri,”harapnya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *