Petani Kopi di Pati ini Capai Omset 60 M per Tahun

oleh -924 views

Seputarmuria.com, PATI – Diketahui bahwa di Kabupaten Pati, total luas lahan kopi yang mencapai lebih dari 2.200 hektar. Dan rata – rata kuantitas panen berkisar 700 – 1.500 kg/hektar setiap tahun. Sehingga apabila dijumlahkan, maka akan mencapai lebih dari 1,5 juta kilogram atau 1.500 ton per tahunnya. Tentunya ini merupakan potensi yang sangat besar.

Tak hanya itu, sebagai informasi lain yang juga membanggakan, di Pati ada petani kopi yang omset per tahunnya mencapai 60 M. Hal ini disampaikan oleh Kasi Promosi Produk Daerah pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Alfianingsih, Rabu (21/8/2019).

“Kedepan, kami akan berupaya untuk dapat terus menjadi fasilitator sehingga para produsen kopi ini dapat menjadi “penentu harga” dari produk mereka sendiri,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya berharap mereka dapat bertemu langsung dengan para pembeli dari seluruh belahan bumi.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan kami ini bisa segera terwujud dan kesejahteraan para petani kopi Pati dapat tercapai”, pungkasnya.

Sementara itu, petani kopi asal Desa Bageng, Gembong, Kenji mengatakan bahwa ia menjadi petani dari tahun 1999. Kemudian menjadi pengepul kopi tahun 2006. Dan di tahun 2011 selain menjadi petani dan pengepul, juga mulai mengolah hasil lahan kopinya sendiri.

“Kalau mengelola kopi bubuk mulai dari tahun 2011”, ujarnya.

Berawal dari situlah, usaha Kenji berkembang hingga sekarang. Saat ini ia menjadi salah satu pengepul kopi terbesar di Kabupaten Pati. Lahannya bahkan tersebar di 3 kabupaten. Selain di Pati, ia juga memiliki lahan kopi di wilayah kabupaten Kudus dan Jepara.

Kopi hasil olahannya dikemas menjadi beberapa merk. Namun merk miliknya yang paling populer saat ini adalah merk Kenji. Merk yang menggunakan namanya sendiri. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *