Persiapan Khusus dan Integratif di Tiga Momen Besar

oleh -396 views

Seputarmuria.com, PATI – Bupati Pati Haryanto mengatakan, persiapan menjelang Natal dan tahun baru (Nataru) kali ini harus dilakukan secara khusus dan integratif. Mengingat, Natal 2019 dan malam tahun baru 2020 bersamaan dengan penanganan pasca-Pilkades.

Seperti yang diketahui bersama bahwa pada 21 Desember 2019 mendatang, 121 desa di Kabupaten Pati akan menggelar Pilkades secara serentak. Menurut Haryanto, antisipasi perlu dilakukan terkait berdekatannya waktu Pilkades dengan momentum Nataru.

Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Ekonomi, Keuangan, dan Industri Daerah (Ekuinda) Menjelang Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Selasa (17/12/2019).

“Walaupun persiapan jelang momen ini merupakan agenda rutin setiap tahun, dan intensitas pemudik tidak sebanyak ketika Idul fitri, tetap jangan sampai lengah. Sebab ini bersamaan dengan pasca-Pilkades serentak. Dari sekian banyak Cakades, pasti ada yang tidak puas. Sebab, dari 282 calon yang berlaga, hanya 121 yang akan terpilih. Ini harus kita antisipasi,” tegas Haryanto.

Haryanto meyakini, jelang momen natal ini, ada kemungkinan politisasi agama dalam kontestasi Pilkades. Sebab, dari sekian banyak kontestan, ada pula yang nonmuslim. Menurutnya, keadaan ini boleh jadi akan jadi trik politik oleh pihak-pihak tertentu.

“Khawatirnya kalau ini dimanfaatkan dengan tidak baik. Mudah-mudahan tidak terjadi, tapi kita harus waspada. Dalam langkah antisipasi, yang paling perlu memberi perhatian ekstra ialah Muspika (Forkopimcam),” ucapnya.

Haryanto berpesan, agar semua pihak ikut menjaga kondusifitas, agar umat Nasrani dapat merayakan natal dan melaksanakan ibadah dengan baik. Ia tidak ingin ada situasi tertentu pasca-Pilkades yang dapat mengganggu kekhusyukan umat Kristen dalam merayakan Natal.

Hal-hal lain terkait antisipasi Nataru, di antaranya ialah tersedianya bahan pokok, harga-harga barang, angkutan kendaraan, serta hal lain terkait perhubungan. Menurutnya tidak ada persoalan.

“Menurut saya, kalau terkait bahan pokok tidak akan kurang. Harganya pun stabil. Tidak ada masalah lantaran belanja warga saat Nataru masih wajar. Namun, kita tetap harus antisipasi lebih awal kemungkinan gejolak kenaikan harga yang akan terjadi sekira lima bulan ke depan karena hari raya Idul Fitri. Terkait marka, rambu jalan, angkutan, menurut saya juga tidak ada persoalan,” imbaunya.

Selain itu, Haryanto juga membahas tentang kondisi cuaca yang tak menentu, hujan yang belum merata. Menurutnya, perlu dilakukan langkah dalam mengantisipasi kemungkinan peningkatan intensitas hujan mendekati Nataru. Ia tidak ingin banjir mengganggu kenyamanan masyarakat pada momentum Nataru.

“Kita harus antisipasi, khususnya tempat-tempat yang sering dipakai numpuk sampah, seperti Widorokandang, Sinoman, dan dekat Terminal Kembang Joyo yang dulu. Sekaligus ingatkan warga agar bantu bersih-bersih sungai, karena selama kemarau banyak yang buang sampah di sungai,” pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *