Peran TNI Bantu Warga Pati yang Kekeringan

oleh -220 views

Seputarmuria.com, PATI – Dampak musim kemarau yang semakin lama menambah pula deretan wilayah yang terdampak. Terhitung hingga Selasa (15/10/2019), sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pati yang terdampak musim kemarau ini antara lain Kecamatan Pucakwangi, Kecamatan Jaken, Kecamatan Jakenan, Kecamatan Winong, Kecamatan Tambakromo, Kecamatan Gabus, Kecamatan Kayen, Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Pati.

Sudah ratusan armada tangki untuk menyuplai bantuan air bersih baik dari instansi Pemerintah Daerah maupun dari donatur donatur lain seperti dari perusahaan, Komunitas, Alumni sekolah, Ibu-ibu Dharma Wanita, perbankan, paguyuban, komunitas dan masih banyak lagi yang mendonasikan air bersih dari bulan Juli hingga pertengahan Oktober tahun ini.

Kapten Infanteri Suyani saat ini menjabat Danramil 17/Pucakwangi Kodim 0718/Pati juga eksis dalam menyalurkan dan mendata wilayahnya sehingga bantuan air bersih terus bergulir di wilayah Pucakwangi yang sangat merasakan dampak musim kemarau ini.

“Luasnya daerah yang terdampak serta terbatasnya donatur membuat bantuan air tidak merata”, ujarnya.

Sementara itu, Pelda Syaiful, seorang anggota Koramil 06/Margoyoso Kodim 0718/Pati merupakan salah satu orang yang dipercaya oleh para donatur untuk bantuan air bersih kepada warga. Sampai saat ini Pelda Syaiful telah mengirimkan 120 tangki dari para donatur kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia mengungkap bahwa pihaknya selama ini telah menyalurkan ratusan tangki air bersih sumbangan dari para donatur yang peduli di terhadap kekeringan seperti saat ini.

“tidak menutup kemungkinan ada orang yang berpikiran negatif akan hal ini. Namun, kami selaku kordinator memang belum bisa membagikan secara merata lantaran armada dan luasnya wilayah yang terdampak. Terlebih, mengambil keuntungan untuk pribadi di kegiatan ini sangatlah jauh dari pemikiran kami,” urainya Syaiful.

Ia juga menyebut, hanya satu tekad di hati mereka, yakni bagaimana menyalurkan bantuan dari para donatur yang menjadi tanggung jawabnya. Selain itu, hal tersebut juga merupakan amanah yang harus dilaksanakan.

“Tugas tetap tugas, namun rasa kemanusiaan dan rasa tanggung jawab harus selalu beriringan. Tanpa mengenal waktu para relawan ini terus menggulirkan bantuannya untuk masyarakat. Hanya satu tekad dihatinya, berbagi untuk sesama”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *