Peran Guru sebagai Motivator dan Dinamisator

oleh -2,329 views

Seputarmuria.com, PATI – Peringati Hari Guru Nasional 2019, Kepala sekolah SMA Negeri 2 Pati Budi Santosa mengapresiasi amanat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Yaitu tentang keinginan guru untuk membantu ketertinggalan murid di kelas, namun malah disibukkan dengan mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Ia menyebut bahwa di dunia pendidikan, banyak hal yang harus ditekankan serta harus ada perubahan. Meskipun itu akan terasa berat, tapi harus dilakukan. Hal itu bertujuan untuk perubahan Indonesia.

“Bapak ibu guru ini tugasnya berat serta sulit. Karena membentuk masa depan bangsa. Masih ada banyak hal sampai yang sangat membelenggu tugas guru. Jauh dari harapan untuk membentuk masa depan. Seperti beban administrasi sangat banyak sehingga guru kurang berinovasi dan beradaptasi dengan segala perubahan.

“Dengan menteri baru kita harap perubahan yang hebat akan ada. Dengan demikian, kapal besar Indonesia semakin maju sehingga dapat menembus persaingan global,” jelasnya ketika ditemui Seputarmuria.com, Senin (25/11/2019).

Kepala sekolah yang juga sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Provinsi Jawa Tengah ini mendukung apa yang menjadi amanat Mendikbud bahwa belajar tidak hanya secara konvensional di kelas. Namun, lebih banyak murid mengajar dan guru sebagai motivator dan dinamisator sehingga kelas benar-benar hidup.

“Karena, jika guru yang selalu mengajar, maka keseragamanlah yang muncul. ” Dengan itu, semoga anak bisa mengembangkan bakatnya masing-masing. Dan semoga guru diberi kesabaran karena mengemban tugas sangat berat dan sulit,” imbuhnya.

Budi menyebut jika problem yang ada sekarang, guru kurang berinovasi. Hal itu karena adanya yang harus dipenuhi sehingga waktunya terbatas. Baginya, jika guru tidak terbebani, maka mereka akan lebih berkarya produktif.

Disamping itu, dalam memperingati HGN dan HUT ke – 74 PGRI pihak sekolah mengadakan potong tumpeng. Kemudian murid – murid SMAN 2 Pati secara mengejutkan memberi hadiah kepada Budi Santosa.

“Seperti dikasih bunga agar dapat dirawat dengan baik supaya tetap hidup. Siswa saya bilang, ini pohon biasa. Dimanapun saya bisa menjumpai ini. Tapi dari filosofi, saya sangat terenyuh. Karena berarti nanti dimanapun saya dapat menjumpainya dengan karya – karya mereka”, pungkasnya. (Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *